Waspada Peredaran Upal, Anggota DPRD Ini Ingatkan Kepada Semua Pihak Agar Ikut Mengawasi

-Memasuki tahun , peredaran uang palsu (upal) juga kian marak. Diharapkan kepada semua pihak mewaspadainya, terutama aparat berwenang.

Baru-baru ini di Kabupaten dan terungkap Upal. Beruntung di Kabupaten beberapa Upal dalam bentuk uang dolar Amerika Serikat belum sempat beredar.

Guna mengantisipasi peredaran upal di Kota , Anggota DPRD Kota

Alfian Batnakanti meminta kepada pihak berwajib agar ketat mengalukan pengawasan.

“Kami mengharapkan, pihak berwajib untuk terus mengawasi dan mengantisipasi secara berkala terhadap kemungkinan peredaran uang palsu,” pinta Alfian, Jumat (15/2/2019).

Menurut Alfian, peredaran uang di Kota nilainya cukup besar dan rawan dimanfaatkan oleh oknum tertentu mengedarkan upal.

Oleh karena itu, Politisi Partai Gerindra ini mengingatkan kembali kepada semua pihak agar bersama-sama melakukab pengawasan terhadap peredaran upal. “Dengan demikian kita harapkan tidak ada kerugian masyarakat akibat upal,” tukasnya seraya berharap.

Berukut cara mudah mengenal uang asli dan uang palsu;

Dilihat
Ciri-ciri uang asli:

  • Warna cerah, tidak luntur, dan tidak patah-patah.
  • Bagian kiri bawah ada optical variabel x.
  • Dicetak dengan tinta pigment khusus yang mana bisa berubah warna kalau dipandang dari sudut pandang berbeda.
  • Benang pengaman juga bisa berubah-ubah warna menyesuaikan sudut pandang mata.

Ciri-ciri uang palsu:

  • Warna pucat, luntur, patah-patah, dan tidak secerah yang asli.
  • Tinta pembuatnya tidak menghasilkan perubahan kalau dilihat dari sudut pandang yang lain.
  • Begitu juga benang pengamannya, warna tetap meski dilihat dari berbagai sudut.

Diraba

Ciri-ciri uang asli:

  • Kertas terasa lebih tebal dan tidak mudah lecek.
  • Lambang negara ada tekstur kasar.
  • Tekstur kasar (permukaan timbul) pada uang asli terbentuk dari kertasnya.
baca juga ...  Beta Dorong BPPRD Kota Palangka Raya agar Bekerja Maksimal Tingkatkan PAD

Ciri uang palsu:

  • Terbuat dari kertas tipis dan mudah lecek seperti koran.
  • Lambang negara tidak ada tekstur.
  • Tekstur kasar terbuat dari tinta sablon, bukan berdasarkan kertasnya.

(gra/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!