Tuntaskan Buta Bacadan Tulis Al-Qur'an Dengan Metode Tilawati Kepada Murid TPA

Editor: A Uga Gara

KASONGAN – Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) HM Yahya mengatakan, sekarang guru-guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di Kota Kasongan sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan standarisasi guru Al-Qur'an dalam pengajaran metode Tilawati.

Pasalnya, metode Tilawati ini belum pernah diajarkan di wilayah Kabupaten , sehingga pihaknya memparkarsai metode ini untuk memenuhi standarisasi guru dalam mengajar dengan baik dan cepat dimengerti oleh peserta didisiknya.

“Karena ini bagian dari tanggung jawab dalam membantu masyarakat di bidang Iman dan Taqwa yaitu dalam pengentasan buta huruf membaca dan menulis Al-Qur'an. Karena di bidang Iman dan taqwa, visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati juga bisa tercapai,” terangnya H.Yahya kepada beritasampit.co.id, Sabtu (2/3/2019).

Kenapa metode ini dipilih, karena metode ini disebut yang tercepat saat ini agar bisa mengetahui atau memahami dalam pengentasan buta huruf baca dan tulis Al-Qur'an itu sendiri. Jika dulu ada namanya Iqro atau Qiratil dan sekarang mengunakan metode Tilawati.

“Nah ini hampir seluruh Indonesia hampir mengunakan metode tilawati dan bahkan sampai di luar negeri seperti negara Turki. Mereka pun mengundang instruktur dari Indonesia yang menemukan metode ini untuk diajarkan kepada ustad-ustad mereka disana,” ujarnya.

Diharapkan metode Tilawati yang dirancang untuk mempercepat baca dan tulis Al -Qur'an ini dapat di tranfer ke ustad dan hustajah atau guru-guru yang diberikan materi oleh tim Instruktur yang datang dari Surabaya yaitu Ustad Syaiful Qomar. Sehingga guru-guru ini nantinya sudah menguasai metode yang diajarkan dan dapat bermanfaat untuk diajarkan kepada murid-murid di lingkungan TK dan TPA masing-masing atau pesantren yang membidangi dalam hal baca dan tulis Al -Qur'an.

baca juga ...  Kantor DPRD Sukamara Diserbu Massa, Simulasi Sispamkota Persiapan Hadapi Pemilu

“Harapan kita walaupun saat ini diprakarsai oleh yayasan Ashabul Kahfi yang bekerjasama dengan BPKPMI saja tetapi kegiatan ini akan selalu berlanjut dan bertahap. Pasalnya, terus terang saja Kabupaten yang luas ini yang 60 persen lebih penduduk beragama Islam yang anak-anak dan cucu-cucunya masih banyak yang buta huruf baca Al Quran. Jadi kita harus kita tuntaskan itu secara bertahap,” pungkasnya.

(ar/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!