Ketua BEM UI Sebut Banyak Caleg Hanya Bermodal Foto dan Baliho

Editor: Akhiruddin

JAKARTA – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Manik Marganamahendra menyayangkan para calon sejak 2014 hingga tahun 2019 masih bertahan dan tidak mengubah status quo yakni mengampanyekan diri secara narsistik lewat baliho yang hanya menampilkan foto dan nama.

“Mereka memasang foto dengan caption jangan lupa pilih saya. Ada juga yang mengambil peluang menyertakan calon presiden, tanpa ada visi misi mereka sebagai caleg itu sendiri,” ujar Manik dalam diskusi forum legislasi ‘Tenggelamnya Caleg Ditengah Hiruk Pikuk Pilpres' di Media Center , Jakarta, Kamis, (28/3/2019).

Kata Manik, mereka (caleg) telah melupakan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri. Bukan hanya itu, para caleg itu juga berkontestasi menjadi agen kampanye buat pasangan capres-cawapres 01 dan 02. Padahal di daerah pemilihan (Dapil) mereka semestinya menawarkan apa yang akan diprioritaskan jika terpilih menjadi anggota dewan nantinya.

“Masyarakat gak tahu siapakah diri mereka, bagaimana identitas, dan track record nya, ini yang seharusnya dilakukan oleh setiap Caleg, bukan malah pampang foto bersama salah satu capres tertentu” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya menawarkan dua hal yang harus dielaborasi oleh caleg yakni menyampaikan rekam jejak kepada publik, sehingga masyarakat mendapat tantangan bahwasanya calon yang dipilih nantinya dapat dipertanggungjawabkan.

Yang kedua, lanjut dia, para caleg harus menyampaikan visi-misi dan gagasan, dan juga menyerap aspirasi dari masyarakat yang akan dibawa ketika menjadi anggota DPR dan DPRD lima tahun kedepannya.

“Oleh karena itu, kami sangat berharap para caleg caleg jangan lagi hanya bermodal foto dan baleho. Tapi pastikan gagasan itu menjadi inovasi yang terbaik bagi masyarakat,” pungkas Manik Marganamahendra.

baca juga ...  Aku Juga Ingin Tersenyum Seperti Mereka

Menanggapi paparan tersebut, Anggota Komisi II DPR RI Firman Soebagyo mengakui bahwa masyarakat saat ini masyarakat hanya membahas kabar hoax menutupi visi-misi dari setiap calon .

Bahkan, beber Firman, yang tanya masyarakat berkisar Pemilihan presiden sedangkan Pemilihan hampir tak tersentuh.

“Ini yang menjadi persoalan, dengan tenggelamnya anggota luput dari teropong media ini sangat berbahaya terhadap sistem demokrasi yang kita tumbuh kembangkan,” cetus Firman Soebagyo.c(dis/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!