Rumah Betang di Eks Dishut Kalteng Habiskan Rp39,2 Miliar pada Tahap Pertama

IST/BERITASAMPIT - Gubernur , Agustiar Sabran, melakukan pemancangan tiang perdana Huma Betang di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalteng, , Kamis, 23 Juli 2026.

– Pembangunan Huma Betang di eks Kantor Dinas Kehutanan (Kalteng) mulai dikerjakan dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp39,2 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, mengatakan pembangunan Huma Betang merupakan komitmen pemerintah menghadirkan pusat pelestarian budaya Dayak yang representatif di Kota .

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pemancangan Tiang Perdana Huma Betang di kawasan eks Kantor Dishut Kalteng, , Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Linae, Huma Betang mengadopsi konsep rumah panggung tradisional Dayak yang dipadukan dengan konstruksi modern tanpa menghilangkan nilai filosofis dan arsitektur khasnya.

Pembangunan dilaksanakan secara bertahap melalui APBD Kalteng. Pada tahap pertama Tahun Anggaran 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp39,2 miliar dengan masa pelaksanaan fisik selama 173 hari kalender oleh PT Terajana Graha Utama.

Pengawasan proyek dilakukan oleh PT Nidisa Estetika selama 240 hari kalender. Secara keseluruhan, pembangunan Huma Betang ditargetkan rampung pada Tahun Anggaran 2027.

Linae menegaskan pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik agar menghasilkan bangunan berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan sehingga Huma Betang dapat berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya, , sekaligus pengembangan pariwisata Kalteng,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengatakan pembangunan Huma Betang merupakan upaya memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalteng.

“Pembangunan Huma Betang ini merupakan upaya kita memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalteng,” katanya.

Ia menegaskan Huma Betang akan menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat sekaligus tonggak sejarah peradaban Dayak di dunia.

“Huma Betang harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat, tempat bertemunya budaya, persatuan, dan semangat membangun daerah,” tuturnya.

Bangunan tersebut dirancang sebagai simbol pemersatu seluruh sub-suku Dayak di Pulau Kalimantan, sekaligus menjadi pusat kegiatan adat, budaya, pendidikan, hingga forum berskala maupun .

Dengan ukuran sekitar 80 x 170 meter dan kapasitas lebih dari 10 ribu orang, Huma Betang akan dilengkapi galeri, museum, mess kontingen, serta berbagai fasilitas pendukung.

Sekitar 90 persen material bangunan menggunakan kayu ulin yang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca dan serangan rayap.

“Huma Betang nantinya tidak hanya menjadi ikon Kalteng, tetapi juga menjadi ikon budaya Indonesia yang membanggakan di tingkat maupun ,” tegas Agustiar.

(Sya'ban)

baca juga ...  Gubernur Agustiar Pastikan Program Satu Rumah Satu Sarjana Mulai Bergulir Tahun 2026
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!