Editor: Akhiruddin
SAMPIT – Tak ada kayu, rotan pun jadi. Pepatah itu diadopsi oleh SMK 1 Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur. Tak ada aliran listrik membuat para guru di sekolah tersebut lebih kreatif dengan merakit mesin Genset untuk digunakan sebagai pengganti aliran listrik PLN.
Hasilnya, pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) jenjang SMK di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak menggunakan jaringan aliran listrik PLN. SMK Negeri 1 Mentaya Hulu hanya menggunakan generator set (genset) rakitan. Namun, para siswanya tetap semangat mengikuti ujian tersebut.
Pantauan wartawan beritasampit.co.id di SMK Negeri 1 Mentaya Hulu, tidak semua peserta ujian menggunakan komputer PC dan komputer jinjing. Bahkan, mereka ada juga menggunakan handphone (HP) berbasis android. Sebab, apabila semua menggunakan komputer dapat dipastikan genset tidak akan mampu karena kapasitas terbatas.
Genset yang digunakan pihak sekolah merupakan rakitan, karena genset yang sudah ada rusak dan terbakar sehingga, harus ganti baru. “Genset yang kami gunakan rakitan. Kalau tidak rakitan tidak akan mampu,” ucap seorang guru pada saat menjelaskan kepada wartawan.
Genset itu, kata dia, tidak hanya digunakan untuk menghidupkan komputer bahkan untuk carger beberapa HP milik guru SMK Negeri 1 Mentaya Hulu agar mempermudah komunikasi.
“Jaringan internet juga susah, beruntung saat USBN-BK ini ujiannya sistem offline atau tanpa jaringan. Mengenai minyak (bahan bakar) untuk genset ada bantuan dari perusahaan. Mereka memberi minyak lima liter solar per hari selama ujian berlangsung,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Penyelenggara Tugas Pembantuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Asyari mengapreasi kepada pihak sekolah walaupun dengan kondisi kekurangan tetap mampu melaksanakan USBN-BK.
“Kami harapkan agar ini menjadi perhatian serius terutama bagi perusahaan yang beroperasional di sekitar SMK Negeri 1 Mentaya Hulu. Bukankah pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah maupun daerah,” ujarnya usai memantau sesi kedua USBN-BK SMK Negeri 1 Mentaya Hulu. (arifin/beritasampit.co.id)












