Ini Syarat Pengiriman Atlet O2SN SMA/MA Tingkat Kabupaten Kotim

Editor: Akhiruddin

SAMPIT – Meminimalisir membeludaknya jumlah peserta Olimpiade Siswa (O2SN) jenjang SMA/MA tingkat Kabupaten Kotim, panitia penyelenggara membatasi pengiriman atlet masing-masing cabang .

“Sesuai jumlah cabang (cabor), sekolah wajib mengirimkan dua perwakilan sesuai cabang dan nomor pertandingan,” ujar Kepala SMA Negeri 1 MHS, Samuda, Fathurrahman kepada wartawan beritasampit.co.id, Sabtu (20/4/2019).

Adapun cabor yang dipertandingkan diantaranya, karate dengan nomor pertandingan yakni, kata perorangan putra maksimal 2 orang peserta, kata perorangan putri maksimal 2 orang peserta, kumite bebas putra maksimal 2 orang peserta, dan kumite bebas putri maksimal 2 orang peserta.

Selanjutnya, cabor pencak silat dengan nomor pertandingan tunggal putra maksimal 2 orang peserta, tunggal putri maksimal 2 orang peserta, tanding kelas F putra maksimal 2 orang peserta, dan tanding kelas C putri maksimal 2 orang peserta.

Cabor atletik dengan nomor pertandingan lari 100 meter putra maksimal 2 orang peserta, lari 100 meter putri maksimal 2 orang peserta, lompat jauh putra maksimal 2 orang peserta, dan lompat jauh putri maksimal 2 orang peserta.

Cabor renang dengan nomor pertandingan 100 meter putra maksimal 2 orang peserta, dan 100 meter putri maksimal 2 orang peserta. Sedangkan cabor bulutangkis dengan nomor pertandingan tunggal putra maksimal 2 orang peserta, dan tunggal putri maksimal 2 orang peserta.

“Peserta merupakan siswa SMA/MA yang duduk di kelas X dan XI pada tahun pelajaran 2018/2019. Batas akhir kelahiran pada tahun 2001. Apabila tidak memenuhi persyaratan maka secara otomatis ditolak,” tegas Fathur.

Persyaratan ketat tersebut, tambahnya, karena Kotim ingin benar-benar mendapatkan bibit yang berkualitas karena akan mewakili kabupaten ke tingkat provinsi bahkan .

“Kami harapkan seleksi ketat hasilnya nanti juga berkualitas karena akan menjadi duta Kotim tidak hanya tingkat provinsi bahkan diharapkan tingkat dan ,” pungkasnya. (arifin/beritasampit.co.id)

baca juga ...  PKH di Dusun Belanti Desa Bengkoang Makmur Tak Tepat Sasaran?
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!