Nelayan yang Ditelan “Hantu Air” Terus Dicari

Editor: A Uga Gara

– Kapolres , AKBP Sulistiyono mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya bersama masyarakat dan nelayan di Sei Tabuk masih melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang pada Minggu (28/4/2019).

“Masih dilakukan pencarian sampai sekarang, anggota Polair juga dibantu warga dan nelayan terus mencari korban,” terang Sulistiyono, Senin (29/4/2019).

Korban bernama Jamri (48 tahun) dilaporkan tenggelam oleh pihak keluarganya lantaran tidak kunjung pulang usai memasang jaring atau pukat udang.

“Kami masih punya waktu 3 hari untuk melakukan pencarian, namun kita masih terus berupaya mencari,” terang Sulistiyono.

Pada hari minggu tanggal 28 April 2019 pukul 06.00 wib korban beraktifitas seperti biasa yaitu memasang jaring atau pukat udang yang berangkat dari rumah ke laut.

“Saat jam 10.00 WIB korban tidak pulang-pulang ke rumahnya, karena jam itu adalah jam nya korban pulang, lalu warga bersama nelayan berusaha untuk mencari korban,” jelas Kapolsek Pantai Lunci, Ipda Tugino.

Tugino menjelaskan pihaknya telah menerjunkan anggota yang dibantu sekitar 30 nelayan Sei Tabuk untuk melakukan pencarian.

“Sampai sekarang belum ditemukan, untuk saat ini masih dilaksananan penyisiran atau pencarian oleh nelayan di laut Sei Tabuk,” jelas Tugino.

“Nelayan telah menemukan kapal korban di laut Sei Tabuk, namun belum menemukan korban,” tukas Tugino.

(enn/beritasampit.co.id)

baca juga ...  Wow! Perekonomian Kalteng Tumbuh 5,64 Persen di Tahun 2018
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!