KASONGAN – Sebanyak 18 sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK berpartisipasi mengikuti pelaksanaan ekspose sekolah model sistem penjamin mutu internal oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan dan Lembaga Penjamin Mutu Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (30/4/2019).
Terkait keikutsertaan sekolah model tersebut, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Tengah Dra Hj Sukariyanti MSi mengatakan, dalam ekspose ini akan dilakukan penilaian oleh tim LPMP Kalimantan Tengah untuk memilih empat sekolah model terbaik yang akan mewakili kabupaten/kota di ajang ekspose sekoIah model Sistem Penjaminan Mutu lnternal (SPMI) menjadikan sekolah percontohan.
Satu hal penting yang ingin dikembangkan melalui ekspose menurutnya adalah adanya diseminasi dari sekolah model kepada sekolah-sekolah yang mengunjungi stan, sehingga terwujudnya aktivitas belajar dalam sebuah ekosistem pendidikan dalam rangka pemenuhan 8 standar nasional pendidikan.
” Semoga sekolah model yang tampil dalam ekspose ini dapat menularkan hal-hal positif secara efektif. Sehingga dampak SPMI tidak hanya bagi sekolah model tapi bermanfaat bagi sekolah Iain juga. Dengan demikian semakin banyak sekolah yang dapat menerapkan SPMI di Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten Katingan,” terang Kepala LPMP Sukariyanti kepada beritasampit.co.id, Selasa (30/4/2019)
Lanjutnya menjelaskan, saat ini terdapat 280 sekolah model SPMI pada jenjang SD,SMP, SMA, danSMK yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota. Setiap sekolah model mendapatkan bantuan pemerintah sebesar 7 juta rupiah, Bimtek, pendampingan dari fasilitas daerah (fasda) dan LPMP kalimantan Tengah serta fasilitasi ekspose sekolah model.
“Program sekolah model SPMI telah berjalan sejak tahun 2016 dan ekspose ini adalah yang ke-2 setelah tahun 2018 juga telah diIaksanakan ekspose sekolah model SPMI. Pada tahun 2019 ini LPMP Kalimantan Tengah memfasilitasi 10 sekolah model terpilih untuk menunjukkan kinerjanya melalui ekspose sekolah model SPMI,” ucapnya.
Sehingga, secara khusus ekspose sekolah model SPMI bertujuan untuk mensosialisasikan proses dan hasil kegiatan pelaksanaan SPMI di setiap Sekolah Model, memberikan gambaran umum mengenai kendala, solusi pelaksanaan SPMI di setiap sekolah model. Kemudian, menampilkan hasil atau produk maupun dokumentasi terkait pelaksanaan program SPMI disetiap sekolah model serta memberikan apresiasi kepada sekolah model SPMI .
” Melalui Tim Penjamin Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) atas dukungannya sehingga ekspose sekolah model ini dapat terlaksana. Harapannya SPMI menjadi kebutuhan sekolah dan sekolah-sekolah model dapat menjadi sekolah mandiri dalam implementasi SPMI. Selain itu masyarakat dan stakeholder pendidikan dapat meningkatkan partisipasinya dalam membantu sekolah mengimplementasikan SPMI,” pungkasnya.
(ar/beritasampit.co.id)












