Pasar Wadai Siap Menjadi Tempat Ngabuburit Pecinta Kuliner Dibulan Ramadan

Editor: Akhiruddin

SAMPIT – Seperti tahun-tahun sebelumnya, sudah menjadi tradisi dibeberapa daerah di Indonesia, keberadaan pasar kuliner khas Ramadan menjadi agenda pemerintah daerah setempat.

Seperti halnya di kota Sampit. Kabupaten (Kotim), keberadaan pasar yang biasa disebut Pasar Wadai (kue-red) tersebar dibeberapa tempat. Bahkan pedagang musiman panganan untuk berbuka ini tersebar di beberapa tempat seperti jalan protokol, komplek perumahan atau pusat keramaian di kota ini.

Namun yang paling dikenal dan banyak dikunjungi pecinta kuliner adalah pasar wadai yang berada di kawasan Taman Kota Sampit.

Di sini banyak dijual takjil atau makanan dan minuman khas ramadan. Bukan saja makanan tradisional khas Sampit, berbagai panganan khas daerah lain pun tersedia disini. Bahkan panganan khas tanah arab turut mewarnai beragam kuliner yang dijajakan, baik untuk berbuka puasa dan santapan sahur, baik yang tradisional hingga makanan modern siap saji.

Nama-nama makanan inipun unik menurut daerah asal, jarang ditemui dihari-hari biasa dan hanya ada di bulan puasa, seperti kekoleh, bubur hintalu karuang, bubur mutiara, bubur sumsum, bubur kacang ijo, kolak pisang, putu mayang, kakicak, gagatas, hamparan tatak, puteri selat, kararaban, bingka kentang, bingka barandam, lupis, kelalapon (klepon), wadai pepare, wadai sunduk lawang dan sebagainya.

Selain itu ada juga berbagai masakan lokal seperti masak habang, pais (pepes) ikan, iwak bebanan (berbagai jenis ikan bakar), hingga berbagai sayur lengkap dengan sambalnya khasnya.

Yang pasti, berbagai jajanan gorengan yang sudah dikenal secara ikut mejeng di lapak pasar ramadan seperti bakwan, risoles, pempek Palembang, tempe mendoan, hingga pentol baso dengan bermacam varian olahan. (jun/beritasampit.co.id)

baca juga ...  Wakil Bupati Kapuas Tekankan ASN, Loyalitas kepada Pimpinan Penting
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!