Editor: Akhiruddin
SAMPIT – Reno bin Nasir (13) warga Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), korban gelombang air laut akhirnya ditemukan. Penemuan jasad korban tidak jauh dari lokasi kejadian. Rencananya bocah malang itu dikebumikan, Jumat (10/5/2019) di Desa Ujung Pandaran.
Informasi yang dihimpun beritasampit.co.id, awalnya korban bersama sahabatnya, Rani (19) sedang merapikan alat perangkap udang. Lokasi mereka sekitar 100 meter dari makam kubah di pantai ujung pandaran.
Sekitar pukul 10.00 WIB, mereka berniat pulang dan ditengah perjalanan tiba-tiba terjadi gelombang tinggi dan kelotok yang ditumpangi oleng kemudian terbalik.
Rani sempat meraih pelampung yang ada di kelotok kemudian memasangnya di badan. Sedangkan Reno tidak sempat karena telah disapu gelombang tinggi.
Rani berusaha seorang diri mencari temannya dibibir-bibir pantai namun tidak berhasil. Kemudian, Rani pulang dengan rawut wajah sedih menuju kampung ujung pandaran untuk memberi kabar kepada keluarga korban dan masyarakat setempat.
“Setelah mendapat informasi, kami langsung bentuk tim. Tim terdiri dari anggota Airud Polda Kalteng, tim Basarnas dan warga Desa Ujung Pandaran. Kami mencari korban hingga larut malam,” ujar Kepala Desa Ujung Pandaran, Aswin Nur via telepon, Jumat (10/5/2019).
Selanjutnya, kata Aswin, korban ditemukan keesokan harinya oleh nelayan sekitar pukul 09.00 WIB tidak jauh dari makam kubah ujung pandaran. Mayat ditemukan Ketua RT 1 atas nama Hayatullah.
“Nelayan yang berhasil menemukan mayat korban merupakan tim. Korban rencananya setelah salat Jumat langsung dikebumikan di Desa Ujung Pandaran,” tutupnya mengakhiri konfirmasi via telepon. (ifin/beritasampit.co.id)












