Maju Kotim, Arsyad Mundur dari Anggota Dewan?

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati (Kotim) melalui pemilihan kepala daerah () 2020 mendatang, semakin memanas. Bahkan, Muhammad Arsyad saat ini menjabat anggota DPRD Kotim juga tergerak hatinya untuk ikut ambil bagian.

“Kalau Undang-undang Pemilu itu mengharuskan mundur dan konsekuensinya harus mundur, mau tidak mau harus mundur,” ucap Arsyad usai menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Partai Golkar Kotim, Selasa (29/10/2019).

Alasannya memilih partai Golkar sebagai perahu?, mantan GM SKH Radar Sampit ini menegaskan, sudah ada komunikasi dengan beberapa partai.

“Di luar resmi memang sudah ada pembicaraan dengan petinggi partai, partai mana yang nanti berkoalisi itupun kalau memang Golkar memberikan rekomendasi,” ujar Arsyad.

Disamping itu, Arsyad juga menegaskan meskipun ada beberapa partai yang sudah membuka penjaringan. Namun, kata dia, pertama kali mendaftar hanya melalui Partai Golkar.

“Resmi mendaftar baru ke Partai Golkar, yang pasti ke Golkar dulu, mendaftar ke partai lain pada saatnya nanti akan dibuka ke publik,” tegasnya yang juga merupakan kader Golkar ini.

Selain itu, Arsyad membeberkan niatnya apabila terpilih nantinya yakni siap menerapkan visi misi misalnya, menjadikan Kotim kedepannya sebagai lokomotif pembangunan, meningkatkan bisnis perdagangan dengan membangun berbagai fasilitas infrastruktur laut dan udara.

Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dan berkualitas, menjadikan Kotim sebagai pusat industri dan mempermudah regulasi bagi para investor.

(ifin/beritasampit)

baca juga ...  Jelang Pilgub, Norkhalis Harapkan KPU Fokus Lakukan Ini
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!