SUKAMARA – Hingga Desember 2019 ini tercata 85 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sukamara, Amir Sapiyudin melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Sukamara, Achmad Yani mengatakan bahwa hingga saat ini belum bisa memastikan jumlah tersebut menurun atau tidak dibanding tahun lalu.
“Kalau tidak ada penambahan sampai akhir tahun maka bisa dipastikan angka penderita DBD tahun ini mengalami penurunan, karena bulan Desember baru mulai hitungan hari,” kata Achmad Yani, Jumat (6/12/2019).
Achmad Yani menjelaskan bahwa selama 2019 tren penyebaran Demam Berdarah relatif menurun yang mulai terjadi sejak awal tahun hingga Juli 2019.
“Bahkan dari Juli sampai sekarang belum ada lagi kasus DBD, tapi saat ini sudah masuk musim kemarau jadi kita waspada lagi karena telur nyamuk pembawa DBD ini bisa bertahan selama 6 bulan,” terang Achmad Yani.
Upaya yang dilakukan pihaknya agar kasua DBD tidak lagi bertambah adalah dengan sosialisasi agar masyarakat menjalankan gaya hidup sehat, menguras tempat-tempat penampungan air.
Dari data Dinas Kesehatan Sukamara selama 2018 kasus DBD mengalami peningkatan tiga kali lipat dibanding tahun 2017.
Setidaknya ada 135 kasus DBD yang menyerang masyarakat. Sementara pada 2017 itu hanya ada 48 kasus DBD.
“Waktu itu naiknya sangat luar biasa,” tukas Achmad Yani. (enn/beritasampit.co.id)












