PANGKALAN BUN – Penjabat (Pj) Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Budi Santoso Sudarmadi, melakukan panen perdana melon di kebun percontohan Milik Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kobar. Dalam kegiatan tersebut di hadiri Ketua TP PKK Kobar Hj Harli Saparia Budi Santosa dan Kepala Dinas Pertanian Kobar Kris Budi Hastuti.
Budi Santosa menyampaikan, kebun percontohan milik TP PKK Kobar ini sebagai motivasi bagi masyarakat untuk kembali menanam, dengan harapan Kobar sebagai wilayah yang mampu meningkatkan ketahanan pangan.
“Hari Jumat tanggal 18 Oktober, saya panen perdana tamaman melon di kebun PKK Kobar, hasilnya sangat luar biasa, ini membuktikan jika ada kemauan pasti akan menghasilksn yang terbaik, seperti di kebun PKK ini, awalnya di tanam 1000 batang tanaman melon dengan tiga varian yakni New Kinanti, Alisha dan jenis Okasa, ” Kata Pj Bupati Kobar Budi Santosa Sudarmadi, Senin, 21 Oktober 2024.
Pj Bupati juga menyampaikan bahwa hasil panen perdana buah melon di kebun PPK Kobar menghasilkan 800 kg, rata rata berat satu melonnya mencapai 1,5 kg sampai dengan 2,4 kg. Hal ini sangat menjanjikan jika di kembangkan lebih banyak lagi.
“Untuk tanaman perdana hasil yang ada saat ini yang mencapai 800 kg sudah sangat bagus, kedepannya akan lebih di tingkatkan lagi,” ujar Pj Bupati Kobar.
Pj Bupati juga mengimbau kepada pengurus TP PKK Kobar agar lebih giat lagi memanfaatkan kebun yang ada, dengan di tanam berbagai jenis tanaman sayur mayur, tanaman apotik hidup untuk digunakan sebagai obat tradisional juga pengembangan ternak seperti ikan maupun ayam.
“Masyarakat pun mulai saat ini bisa memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk di tanam jenis tanaman sayur mayur atau ternak, yang hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan bisa juga untuk menambah penghasilan, asalkan ada keinginan pasti akan ada hasil, paling tidak ketahanan pangan kita aman,” ujar Pj Bupati Kobar.
Di akui juga, bahwa saat ini di Kobar untuk beberapa komoditas masih mengandalkan pengiriman dari luar daerah seperti beras, telur dan komoditas lainnya, hal ini harus secara bertahap di kurangi ketergantungan dari luar daerah, dimana masyarakat harus memilki keinginan untuk bercocok tanam.
“Pada prinsipnya kami sangat mendukung dalam pengembangan sektor pertanian dalam arti luas, karena sektor pertanian ini sangat prioritas bagi daerah, baik untuk memenuhi kebutuhan daerah maupun untuk memenuhi kebutuhan nasional, untuk itu bagi masyarakat yang akan menggeluti bidang pertanian bisa menghubungi Dinas Pertanian Kobar, baik pendampingan maupun bantuan bibit,” beber Budi Santosa Sudarmadi.
(man)











