Diguyur Hujan, ISPU di Sampit Turun Jadi 121, Sinar Matahari Mulai Terlihat

NARDI/BERITASAMPIT - Kondisi udara Kota Sampit di Pagi hari.

SAMPIT – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan perbaikan setelah hujan mengguyur Kota Sampit selama dua hari berturut-turut. Berdasarkan data ISPU.net, indeks kualitas udara parameter PM2.5 pada Kamis 29 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB tercatat 121.

Angka tersebut menurun dibandingkan sehari sebelumnya, Rabu 28 Oktober 2026, yang masih mencapai 318 untuk parameter PM2.5. Meski mengalami penurunan, kualitas udara dengan angka ISPU 121 masih masuk kategori tidak sehat.

Warga Sampit, Isro, mengaku bersyukur melihat kondisi udara yang mulai membaik. Sinar matahari mulai terlihat, yang mana sebelumnnya langit dipenuhi asap tebal sehingga sinar matahari juga tidak tampak.

Menurutnya, penurunan angka tersebut menjadi kabar baik setelah masyarakat beberapa waktu terakhir menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untungnya sudah mulai menurun, walaupun memang masih kategori tidak sehat. Namun, sebelum hujan turun, kondisinya masuk kategori sangat berbahaya angkanya sangat tinggi diatas 500,” ujarnya.

Secara kasatmata, Isro juga melihat kabut asap mulai menipis. Bau asap yang sebelumnya terasa di sejumlah wilayah kini tidak lagi tercium seperti sebelumnya.

Harapan agar kondisi udara terus membaik juga disampaikan warga lainnya, Iwan Cahyo. Dia berharap hujan yang masih turun di Sampit dapat membantu menangani karhutla di lahan gambut yang sulit ditembus dan mengurangi kabut asap hingga kondisi udara kembali bersih.

“Harapan kami, dengan hujan yang terus turun ini, maka kebakaran di dalam lahan gambut bisa padam dan kualitas udara bisa semakin membaik, kabut hilang,” katanya.

Penurunan angka ISPU menjadi perkembangan positif bagi warga Sampit yang selama ini terdampak kabut asap. Namun, masyarakat masih berharap hujan terus turun secara merata agar kebakaran dapat benar-benar terkendali dan kualitas udara kembali sehat.

Sebelumnya, hujan mengguyur Kota Sampit pada Selasa dan Rabu pagi. Hujan yang turun cukup deras pada Rabu bahkan menyebabkan munculnya genangan air di sejumlah titik.

Kondisi tersebut memberikan harapan bagi masyarakat agar hujan dapat membantu memadamkan titik-titik api, termasuk kebakaran yang terjadi di lahan gambut. Sebab, kebakaran di kawasan gambut berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan terlihat padam. (Nardi)



baca juga ...  Seorang Wanita Lansia Diserang Buaya Saat Cuci Beras di Sungai
Bagikan:
Berita Populer