Sesuai Asta Cita Presiden, Penerapan B40 Diharapkan Capai Ketahanan Energi

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin

JAKARTA– Anggota Komisi XII DPR RI Mukhtarudin mengatakan implementasi bahan bakar campuran biodiesel 40 persen (B40) yang telah dimulai bulan Januari ini diharapkan sebagai bagian dari upaya mencapai ketahanan energi sekaligus mendukung Indonesia hijau dan berkelanjutan.

“Saya kira program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menetapkan ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas ,” tutur Mukhtarudin, Kamis 2 Januari 2025.

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI ini bilang B40 di mana campuran solar 60 persen dan bahan bakar nabati dari kelapa sawit 40% tersebut diharapkan menjadi solusi strategi untuk mengurangi konsumsi solar dan emisi gas buang.

Kebijakan ini juga, lanjut Mukhtarudin dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Politisi Dapil ini pun mengingatkan dalam mensukseskan Implementasi B40 tersebut, penting juga agar inovasi yang dilakukan lembaga yang berfokus di bidang kaji terap teknologi itu dapat berdampak pada pengembangan industri tanah air.

Baik itu, kata Mukhtarudin yang berorientasi pada ekspor, hilirisasi industri hingga subtitusi impor. Termasuk pengembangan industri yang ada di roadmap industri 4.0.

“Fraksi Golkar Senayan berharap implementasi B40 juga diharapkan bisa membuat Indonesia menjadi negara yang mandiri dan perlahan mampu mengurangi ketergantungan impor BBM,” pungkas Mukhtarudin.

Kesiapan Implementasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan telah menyelesaikan sejumlah persiapan terakhir termasuk bertemu perusahaan pembuat fatty acid methyl ester (FAME) yang merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan

“Sudah selesai kok (persiapannya), saya kemarin sudah rapat dengan seluruh perusahaan pembuat FAME,” kata Bahlil.

Ketum Golkar ini mengatakan, regulasi lewat Keputusan Menteri ESDM untuk menjalankan mandatori B40 juga sudah selesai dibuat.

baca juga ...  DPR Minta Satgas Rafi Intensifkan Pengawasan BBM Selama Masa Lebaran

“Sehingga, eksekusinya bisa berjalan di awal tahub 2025 Ini,” tutur Bahlil.

Sementara, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung telah meninjau langsung persiapan persiapan implementasi B40 di Kilang Pertamina Refinery Unit II, Dumai, Riau.

“Kami sudah melihat kesiapan dari sisi industri FAME sebagai bahan bakar nabati,” ujarnya.

Yuliot memperkirakan kebutuhan biodiesel untuk mendukung mandatorI B40 mencapai 15,6 juta kiloliter per tahun.

“Angka tersebut mencakup distribusi ke seluruh Indonesia, sehingga kesiapan dari sisi bahan baku dan rantai pasok menjadi prioritas utama,” kata Yuliot.

(adista)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!