PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mengkritik keras peredaran narkoba di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya. Ia meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan tersebut.
Hal ini menyusul Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng yang menggagalkan peredaran narkoba di dalam rutan. Dalam operasi tersebut, BNNP Kalteng mengamankan sembilan orang pelaku, termasuk dua pegawai rutan, serta menyita barang bukti berupa narkoba seberat 1,2 kilogram.
Junaidi menegaskan bahwa masalah peredaran narkoba di dalam rutan harus segera mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Kami dari DPRD bersepakat untuk mendukung penindakan tegas terhadap peredaran narkoba di dalam rutan. Ini adalah masalah besar yang harus segera diselesaikan,” ujar Junaidi yang merupakan Ketua Fraksi Demokrat, Jum'at 17 Januari 2025.
Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada BNNP Kalteng atas keberhasilannya dalam mengungkap jaringan narkoba tersebut. Menurut Junaidi, langkah BNNP ini perlu menjadi contoh bagi lembaga lain untuk meningkatkan pengawasan dan menindak praktik ilegal di lembaga pemasyarakatan.
“Kami tidak memandang siapa pun pelakunya. Jika mereka terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, maka mereka harus mendapatkan sanksi yang tegas. Ini adalah langkah preventif yang harus segera dilakukan,” tegasnya.
Junaidi juga menyoroti dampak peredaran narkoba terhadap generasi muda. Ia menyebut bahwa narkoba telah merusak banyak remaja dan menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.
Lebih lanjut Junaidi mengungkapkan bahwa peredaran narkoba di Kalteng telah menyebabkan berbagai masalah sosial, termasuk meningkatnya angka perceraian.
“Di lapangan, kami menemukan bahwa banyak rumah tangga yang hancur akibat narkoba. Ini adalah masalah serius yang tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tambahnya.
Politisi Demokrat ini pun berharap agar aparat penegak hukum, termasuk di dalam rutan, dapat lebih gencar lagi dalam memerangi narkoba. Ia juga mengimbau kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada dan aktif dalam melindungi anak-anak mereka dari jeratan narkoba.
“Peran serta keluarga sangat penting dalam pencegahan narkoba, karena mereka adalah garis pertahanan pertama dalam menjaga generasi muda kita,” pungkasnya.
(Syauqi)












