Pemkab Kotim Dorong Guru Tingkatan Literasi Keuangan

NARDI/BERITA SAMPIT - Kegiatan Pembukaan Training of Trainer Keuangan.

SAMPIT – (Pemkab Kotim) terus mendorong peningkatan literasi keuangan, terutama di kalangan guru. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Keuangan Training of Trainers (ToT) yang secara resmi dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kotim, M Saleh, Selasa 21 Januari 2025.

Kegiatan yang dihadiri berbagai narasumber dari OJK ini diikuti 60 guru SMA se Kotim diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan pengelolaan keuangan di lingkungan pendidikan.

Dalam sambutannya, M Saleh mengapresiasi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendukung penyelenggaraan kegiatan ini.

Menurutnya, peran guru sangat penting sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan literasi keuangan. Guru diharapkan mampu mentransfer pengetahuan tersebut kepada siswa agar generasi muda memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak.

“Melalui keuangan yang tepat, kita berharap para pelajar memiliki keterampilan dan pemahaman yang mumpuni dalam mengelola keuangan, sehingga mampu mencapai tujuan finansial mereka di masa depan,” lanjutnya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, lanjutnya, Pemkab Kotim juga melaporkan keberhasilan Program Beasiswa Gerbang Mentaya. Pada tahun 2024, sebanyak 591 penerima beasiswa telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kotim.

Beasiswa ini bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik yang kurang mampu secara ekonomi, mendorong semangat belajar, serta mengurangi angka putus sekolah.

Adapun kategori penerima, diantaranya Beasiswa kurang mampu: 400 penerima (tingkat SD hingga perguruan tinggi), Beasiswa tahap akhir dengan 67 penerima, Beasiswa prestasi akademik dengan 57 penerima dan Beasiswa prestasi non-akademik dengan 67 penerima.

“Melalui kegiatan ToT ini, Pemkab Kotim berharap para guru dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya mendidik tetapi juga meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Dengan demikian, generasi penerus dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas finansial, membawa manfaat besar bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

baca juga ...  Antrean Mengular Hingga 5 Jam, Pengepul Sawit di Sampit Terpaksa Kurangi Muatan

(nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!