PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar untuk pengembangan ekowisata Lewu Sabaru, di Kota Palangka Raya.
Pembangunan wisata ini telah dimulai pada tahun 2024 dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, termasuk pematangan lahan dan penyiapan beberapa fasilitas pendukung lainnya.
“Di tahun 2025 ini kita memang perlu dukung untuk pengembangannya ke depan.
Dananya kemarin Rp 80 miliar di Sabaru,” ujar Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, Selasa 21 Januari 2025.
Saat ini kata Edy, tren wisata alam saat ini semakin diminati masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Banyak orang kini memilih menghabiskan waktu libur atau akhir pekan di destinasi wisata alam, dibandingkan mengunjungi pusat perbelanjaan seperti mall.
“Wisata alam itu pun kadang pemerintah provinsi, kabupaten dan kota membuatnya. Sehingga menjadi daya tarik warga untuk bisa meluangkan waktu bersama keluarga untuk berwisata,” tambahnya.
Edy Menjelaskan, pengembangan wisata tersebut dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, potensi wisata harus terus dikembangkan untuk mendukung ekonomi di sektor pariwisata.
“Disisi lain itu juga menghasilkan PAD. Artinya potensi itu mesti harus dikembangkan, tidak hanya dialam. Tetapi juga bisa kita ciptakan dengan wisata baru yang mendukung kearah ekonomi dari sektor pariwisata,” pungkasnya.
(Syauqi)












