SAMPIT – Kerugian dari tongkang yang akan memuat bouksit ke Cempaga yang menabrak lanting serta kapal yang sedang tambat di Desa Terantang, Kecamatan Seranau mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Desa Terantang Aswadi Sukur mengatakan bahwa yang ditabrak adalah sebuah lanting, dan kapal serta satu buah rumah terdampak di RT 11 Desa Terantang.
“Kejadiannya subuh tadi, diduga pengemudinya mengantuk sehingga menyebabkan satu kapal rusak parah, satu lanting satu parah dan satu rumah warga terdampak,” beber Aswadi, Jumat 24 Januari 2025.
Peristiwa itu terjadi diduga saat air mulai surut, beruntung tongkang tidak menghantam rumah warga secara menyeluruh karena air surut dan terhalang kapal yang ditabrak.
Menurut Kades bahwa sudah ada utusan yang datang ke lokasi kejadian dari pihak pemilik tongkang untuk menghitung kerugian sementara, namun belum bisa memutuskan untuk mengganti rugi.
“Gambaran awal sekitar lebih 100 juta rupiah kerugian warga,” sebutnya.
Saat itu posisi tongkang diketahui sedang kosong dan akan naik ke Kecamatan Cempaga dari arah Sampit untuk memuat bouksit.
Hingga kini menurut Kades saat dikonfirmasi belum ada kesepakatan antar korban dan pihak tongkang tersebut.
(Jimmy)












