PALANGKA RAYA – Ahli Gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang ditugaskan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) didatangkan langsung dari Jakarta untuk memonitor standar gizi pada makanan yang disajikan di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Langkah ini bertujuan menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, mengatakan bahwa para ahli gizi yang bertugas merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mendapatkan pelatihan khusus di Jakarta.
“Ahli gizi yang didatangkan ke sini adalah ASN yang sudah digodok, diberikan pembinaan, dan pelatihan di pusat. Mereka akan bertugas melakukan quality control terhadap makanan yang dihasilkan oleh dapur-dapur MBG,” ujar Leonard di Palangka Raya, Jumat 24 Januari 2025.
Leonard menjelaskan, pengawasan meliputi berbagai aspek, seperti kandungan kalori, kebersihan, komposisi, hingga variasi makanan. Semua harus memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
“Dari quality control, mereka memastikan makanan yang disajikan sesuai standar. Kalau pun ada kekurangan, itu akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan, karena ini adalah pelaksanaan pertama. Kami sadar, pasti ada hal yang perlu disempurnakan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai target.
Selain itu, peningkatan kapasitas petugas, termasuk ahli gizi, juga menjadi fokus pemerintah dalam pelaksanaan MBG.
“Melalui evaluasi dan pembenahan, kami yakin program ini akan semakin baik. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga peningkatan kemampuan petugas yang terlibat,” tambah Leonard.
(Sya'ban)












