PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto, tidak hanya bertujuan memberikan asupan makanan bergizi, tetapi juga diproyeksikan membawa efek ganda (multiplier effect) bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, mengungkapkan bahwa program ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Posyandu hingga ibu-ibu PKK, dengan dampak yang meluas pada sektor ekonomi dan sosial.
“Program MBG tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga memiliki efek ganda yang luar biasa. Ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat di pedesaan, membuka lapangan pekerjaan, serta menuntaskan kemiskinan,” ujar Leonard saat ditemui usai membuka Musyawarah Wilayah PGLII Provinsi Kalteng di Aula Hotel Altrue Palangka Raya, Jumat 24 Januari 2025.
Leonard menjelaskan, keterlibatan aktif masyarakat dalam program ini, termasuk melalui Posyandu, yayasan, dan PKK, akan menciptakan peluang ekonomi baru, terutama di pelosok desa.
Dengan meningkatnya kebutuhan bahan makanan bergizi, sektor pertanian dan peternakan lokal diharapkan tumbuh pesat.
“Selain untuk kesehatan masyarakat, program ini mendorong produksi lokal, sehingga petani, peternak, dan pelaku UMKM juga akan merasakan manfaatnya. Ini menjadi salah satu cara untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Selain aspek ekonomi, Leonard menegaskan bahwa MBG juga dirancang untuk menekan angka stunting di Kalteng.
Program ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi, sehingga berdampak positif bagi pembangunan daerah.
(Sya'ban)












