Warga Usulkan Penataan Nur Mentaya Di Musrembang Agar Tidak Kumuh

NARDI/BERITASAMPIT - Salah satu titik Nur Mentaya yang dinilai kumuh oleh masyarakat.

SAMPIT – Ketua RW 1 Baamang Barat, Sih Widada, mengusulkan penataan kawasan Nur Mentaya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Baamang, Timur (Kotim).

Selain itu, warga mengusulkan agar dibuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pedagang, termasuk penggunaan pengeras suara, agar tidak mengganggu warga sekitar dan menciptakan lingkungan yang tertib serta aman.

“Warga mengusulkan penataan Nur Mentaya sangat diperlukan, terutama karena lokasi ini masuk dalam kawasan wisata. Standar bangunannya seperti apa dan tata kelola pedagang bisa diatur dalam Perda, sehingga lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung maupun warga sekitar,” ungkap Sih Widada, Selasa 28 Januari 2025.

Penataan kawasan bisa dimulai dari titik Bundaran Tjilik Riwut-Desmon Ali hingga Jalan Walter Hugo dijadikan sebagai percontohan penataan lapak kawasan wisata Nur Mentaya.

“Kami sudah mendata jumlah lapak pedangan di kawasan Bundaran sampai Walter Hugo itu. Sekitar bundaran terdapat 14 kios yang terlihat kumuh, kemudian ke arah utara sekitar 20 kios berjejer terlihat kumuh,” ungkapnya.

Hanya lima kios dinilai standar yang layak dari kerapian bangunannya, jika semua ditata dengan baik, kawasan ini diharapkan menjadi lebih indah, tertib, dan tidak kumuh.

“Apalagi jika bangunan itu ada keindahan seni budaya Kotim-nya maka semakin menarik wisatawan,” ujarnya.

Selain penataan agar tidak kumuh, Nur Mentaya juga perlu ditata dalam ketertibannya untuk memastikan kawasan tersebut tidak menjadi sumber masalah seperti yang selama ini dikeluhkan warga, mulai dari suara musik keras hingga dugaan aktivitas .

“Harus ada aturan yang dibuat bagaimana penggunaan musik di lapak pedagang, jangan sampai membuat kebisingan, kapan dibolehkan, dan sebagainya agar bisa tertib,” tutupnya.

Diketahui, kawasan Nur Mentaya kerap menjadi sorotan karena disebut-sebut sebagai lokasi dugem terbuka akibat musik keras hingga larut malam yang mengganggu warga.

baca juga ...  Hilang Tanpa Kabar! Jejak Bripda MF Mulai Temui Titik Terang

Selain itu, warga juga menilai area tersebut rawan terhadap transaksi barang haram dan aktivitas lainnya. Oleh karena itu, penataan dan pengawasan dinilai menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi kawasan ini sebagai lokasi wisata yang nyaman dan aman.

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!