PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima alokasi sebesar 150 ribu hektare untuk program cetak sawah yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.
Program yang digagas oleh pemerintah pusat ini diperkirakan melibatkan anggaran sekitar Rp5,1 triliun dan akan dilaksanakan di 10 kabupaten/kota di Kalteng.
Di antaranya Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Barito Utara (Barut), Kapuas, Katingan, Seruyan, Kotawaringin Barat (Kobar), Kotawaringin Timur (Kotim), Lamandau, Pulang Pisau (Pulpis), dan Kota Palangka Raya.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia juga menyatakan bahwa pengendalian inflasi di Kalteng telah berjalan dengan cukup baik, meskipun masih diperlukan langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga, terutama pada komoditas pangan.
“Saat ini, progres cetak sawah di Kalteng sudah mencapai 97 persen. Dinas terkait diharapkan dapat menyelesaikan target ini untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Yuas Elko, baru-baru ini.
Yuas menegaskan pentingnya percepatan program cetak sawah di 10 kabupaten/kota yang telah ditentukan.
Diharapkan, dengan selesainya program ini, Kalteng dapat berkontribusi besar dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas untuk masyarakat, serta mendukung stabilitas ekonomi daerah.
(Sya'ban)












