PALANGKA RAYA – Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Brigjen Rakhmad Setyadi, menyatakan siap mundur dari jabatannya jika tidak mampu memastikan pencapaian target Program Swasembada Jagung di Kalteng.
Pernyataan tersebut disampaikan Brigjen Rakhmad Setyadi saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Tindak Lanjut Teknis Swasembada Jagung Tahun 2025 di Gedung Bhayangkara Polda Kalteng, Kamis 30 Januari 2025.
Kalimantan Tengah ditugaskan oleh pemerintah pusat untuk menyiapkan lahan seluas 208.136,41 hektare dalam rangka mendukung Program Swasembada Jagung.
Namun, dalam rapat tersebut, terungkap bahwa saat ini masih terdapat kekurangan lahan sekitar 205.872,52 hektare dari target yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian RI.
Brigjen Rakhmad Setyadi menegaskan pentingnya loyalitas dan keseriusan dalam menjalankan tugas tersebut.
“Total untuk Kalteng suka tidak suka itu (208 ribu), kita harus loyal dan kali 100 persen energi kita berikan yang terbaik untuk negara, ini tantangan kita, saya merasa seperti itu,” ujar Wakapolda.
Adapun data mengenai pengembangan lahan untuk program Swasembada Jagung, yang telah diterima, meliputi 41.905,37 hektare dari GAPKI, 17.794,12 hektare dari non-GAPKI, 18.712,62 hektare dari SP2BKS, 8.476,30 hektare dari kelapa, dan 121.248,00 hektare dari karet.
Meski demikian, meskipun data ini telah tercatat, masih terdapat kekurangan signifikan yang perlu ditangani untuk mencapai target.
“Kami telah melakukan verifikasi melalui aplikasi dan mengecek kesiapan masing-masing kapolres terkait ketersediaan lahan. Namun, masih ada sekitar 200 ribu hektare yang belum siap,” jelasnya.
Wakapolda juga menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam program ini, termasuk para kapolres, sudah siap dengan konsekuensi yang ada.
“Saya percaya dengan kapolres itu berusaha dengan yang baik. Karna konsekuensi dalam pekerjaan ini para kapolres sudah tahu semua, kita siap dilepas dari jabatan itu. Saya siap dilepas jadi Wakapolda, kapolres juga siap dilepas jadi kapolres,” tegasnya.
Brigjen Rakhmad Setyadi menegaskan, meskipun pencapaian target bukanlah hal yang mudah, pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya.
“Selama 30 tahun saya menjadi Polisi, setiap target yang diberikan pimpinan itu pasti ada proses dialog sanggup atau tidak. Terakhir yang lebih kenceng lagi pada saat saya bekerja di KPK 4,5 tahun. Setiap target kenceng dari pimpinan itu ada proses dialog,” ujar Wakapolda.
Brigjen Rakhmad Setyadi mengungkapkan bahwa meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya.
Ia berharap seluruh elemen terkait bisa bekerja sama untuk memastikan lahan yang diperlukan untuk Swasembada Jagung dapat segera dipenuhi.
(Sya'ban)












