Rumah Singgah Dinsos Kotim Tampung 11 Pekerja Terlantar, Begini Kondisinya!

SATTAR/ BERITA SAMPIT - Suasana rumah singgah milik Dinsos Kotim, yang memperlihatkan kebersamaan orang terlantar.

SAMPIT – Rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten (Kotim) menerima sebelas pria terlantar yang merupakan mantan pekerja PT. Bumigiat Usaha Mandiri (PT. BUM).

Para pekerja tersebut berasal dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Mereka direkrut oleh seseorang yang mengaku sebagai perwakilan PT. BUM di Kecamatan Antang Kalang.

Pendi (51), yang menjadi kepala rombongan, mengaku merasa ditipu oleh perusahaan. Menurutnya, pekerjaan dan upah yang dijanjikan sejak awal tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Dari awal kami dijanjikan gaji dan pekerjaan yang layak, tetapi kenyataannya berbeda jauh,” ungkap Pendi, Jumat, 31 Januari 2024.

Ia menjelaskan bahwa sejak mulai bekerja, mereka langsung ditempatkan sebagai pengumpul jangkos selama satu bulan, meskipun sebelumnya dijanjikan sebagai pemupuk sawit.

“Selama sebulan kami bekerja tanpa kepastian mengenai pekerjaan yang telah disepakati,” tambahnya.

Selain itu, Pendi juga menyebutkan bahwa gaji yang mereka terima sangat kecil, sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merasa dirugikan, Pendi dan rekan-rekannya mencoba mengadu kepada perwakilan perusahaan, tetapi tidak mendapat jawaban memuaskan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk berhenti bekerja, terutama karena beberapa di antara mereka mulai mengalami infeksi kulit akibat kondisi kerja yang tidak layak.

“Selain masalah upah dan pekerjaan, kami juga terganggu. Karena itu, kami memutuskan untuk keluar dari PT. BUM,” jelasnya.

Setelah meninggalkan perusahaan, mereka diarahkan oleh seorang anggota kepolisian untuk sementara tinggal di rumah singgah Dinsos Kotim sambil menunggu solusi dari pemerintah daerah.

Kabid Resos Dinsos Kotim, Mahmudi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai para pekerja terlantar tersebut dan memberikan tempat tinggal sementara.

“Kami sudah menampung mereka di rumah singgah,” ujarnya.

baca juga ...  Tak Hanya Baamang, Banjir Rendam Jalan di MB Ketapang Sampit

Untuk kepulangan mereka ke Karawang, Mahmudi menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda Karawang, yang akan menanggung seluruh biaya perjalanan.

“Rencananya mereka akan dipulangkan besok sesuai jadwal tiket yang sudah dipesan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. BUM belum memberikan keterangan terkait persoalan ini.

(Sattar)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!