PALANGKA RAYA – Lift yang berada di tengah Bundaran Besar, Palangka Raya, dengan ikon arsitektur Talawang setinggi 45 meter, belum bisa digunakan oleh masyarakat umum.
Hal ini dikarenakan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan tersebut masih dalam tahap penyelesaian.
Ikon Talawang yang menjulang di pusat Kota Cantik itu sebenarnya sudah dilengkapi akses untuk naik ke atas.
Namun, hingga kini masyarakat belum dapat menikmati pemandangan Kota Palangka Raya dari ketinggian karena fasilitas tersebut masih belum dibuka untuk publik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Shalahuddin, menegaskan bahwa lift tersebut baru akan bisa digunakan setelah seluruh proyek RTH selesai dan diresmikan.
“Penggunaannya masih menunggu pengaturan lebih lanjut. Setelah diresmikan, baru bisa dipakai. RTH ini ditargetkan selesai pada Desember 2025,” ujar Shalahuddin di Palangka Raya, Kamis 30 Januari 2025.
RTH Bundaran Besar merupakan salah satu proyek strategis Pemprov Kalteng untuk mempercantik kawasan ikonik Palangka Raya.
Selain lift, proyek ini juga mencakup pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), taman, serta area kuliner.
“Insya Allah RTH ini selesai tahun ini, termasuk JPO yang akan menghubungkan kawasan tersebut. Saat ini, basement sudah rampung, tinggal penyelesaian bagian atas,” jelasnya.
RTH Bundaran Besar juga akan dilengkapi fasilitas parkir bawah tanah dengan kapasitas hampir 200 mobil dan 600 kendaraan roda dua.
Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung tanpa mengganggu lalu lintas sekitar.
“Parkirnya ada di bawah tanah, sehingga masyarakat bisa langsung menyeberang ke Bundaran Besar atau ke area kuliner melalui terowongan bawah tanah,” tambahnya.
Selain itu, bekas gedung Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng yang berada di kawasan tersebut akan dialihfungsikan menjadi pusat kuliner Nusantara.
“Rencana gedung ex-Disnakertrans itu akan menjadi kawasan kuliner,” katanya.
Proyek RTH Bundaran Besar ini menelan anggaran sebesar Rp84 miliar.
“Total anggaran proyek ini sekitar Rp84 miliar,” tutupnya.
(Sya'ban)












