PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), kembali mengadakan Panggung Seni Budaya di Bundaran Besar Palangka Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya lokal serta memberikan hiburan kepada masyarakat.
Agung Catur Prabowo, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kalteng, menyatakan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sukses dilaksanakan pada tahun 2024.
“Pak Gubernur tetap ingin memberikan hiburan kepada masyarakat, khususnya di Kota Palangka Raya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya kita untuk meramaikan Bundaran Besar sebagai ikon Kota Cantik,” ujar Agung saat diwawancarai usai membuka Panggung Seni Bundaran Besar, Sabtu 1 Januari 2025 malam.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang seni dan budaya daerah.
“Kami ingin memberikan alternatif hiburan yang lebih bermakna, tidak hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga ada tontonan menarik yang bisa dinikmati sekaligus menjadi edukasi budaya,” tambahnya.
Selain itu, Agung berharap keberadaan Panggung Seni Budaya ini juga dapat menarik perhatian wisatawan yang datang ke Palangka Raya.
“Ketika wisatawan tahu ada pentas seni budaya di Bundaran Besar, tentu mereka akan tertarik. Ini bisa menjadi daya tarik wisata baru bagi Kota Palangka Raya,” jelasnya.
Melalui akun resmi Instagram @disbudparkalteng, Disbudpar Kalteng mengajak individu maupun komunitas seni untuk turut berpartisipasi dalam acara ini.
Pendaftaran dibuka secara gratis untuk berbagai kategori seni, seperti musik tradisional dan modern, tari daerah maupun kontemporer, teater atau drama, serta berbagai penampilan kreatif lainnya.
Bagi yang ingin tampil, dapat mendaftarkan diri atau tim mereka melalui Direct Message (DM) Instagram @disbudparkalteng.
Namun, penampilan yang diprioritaskan adalah yang mempromosikan budaya lokal dan akan melalui proses seleksi. Jadwal penampilan akan diinformasikan setelah pendaftaran.
“Kami ingin memberikan ruang bagi para seniman untuk berekspresi dan mengenalkan budaya khas Kalteng kepada masyarakat luas,” pungkas Agung.
(Sya'ban)












