PALANGKA RAYA – Jalan penghubung Ujung Pandaran-Kuala Pembuang, khususnya di daerah Kalap yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, mengalami kerusakan di beberapa titik, meskipun proyek ini baru selesai pada akhir 2024.
Hingga saat ini, perbaikan baru dilakukan di satu titik, sementara titik lainnya masih menunggu pasokan material.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalteng, Rody, menyatakan bahwa keterlambatan perbaikan disebabkan oleh proses pemesanan bahan yang masih berlangsung.
“Lagi pesan bahan, harapan sebelum berakhir masa pemeliharaan sudah selesai diperbaiki,” ujarnya saat dikonfirmasi Berita Sampit melalui pesan WhatsApp, Selasa 4 Februari 2025.
Saat ditanya terkait sanksi jika perbaikan tidak rampung dalam masa pemeliharaan, Rody menyatakan bahwa pihaknya akan melihat kembali aturan yang berlaku.
Di sisi lain, Direktur CV Amin Karya Jaya, Sanly, selaku kontraktor pelaksana, menyebut bahwa pihaknya masih terus melakukan perbaikan secara bertahap.
“Siap, perbaikan tetap kami kerjakan sampai kondisi stabil,” katanya kepada Berita Sampit saat dikonfirmasi pada Selasa 4 Februari 2025.
Sanly juga mengakui bahwa beberapa titik memang memerlukan perbaikan ekstra, terutama di sekitar jembatan yang mengalami kerusakan cukup signifikan.
Jalan Ujung Pandaran-Kuala Pembuang tengah mengalami peningkatan yang didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Provinsi Kalimantan Tengah dengan nilai kontrak sebesar Rp9,61 miliar.
Berdasarkan dokumen DPA-SKPD, proyek ini dimulai pada 8 Mei 2024 dan dijadwalkan selesai pada 3 Desember 2024. Setelah itu, jalan akan memasuki masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Dengan demikian, pada Mei 2025, proyek ini seharusnya sudah rampung dan siap digunakan.
Meski baru selesai kurang dari sebulan, jalan ini sudah mengalami kerusakan parah di beberapa titik, termasuk siring yang longsor.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait mutu pekerjaan serta efektivitas pengawasan proyek tersebut.
(Sya'ban)












