Jelang Ramadan, Kendalikan Harga Pangan untuk Cegah Inflasi

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, saat diwawancarai usai konferensi pers di Ruang Vicon BPS Kalteng, Rabu 5 Februari 2025.

– Menyongsong bulan suci Ramadan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok guna mencegah lonjakan inflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mengidentifikasi beberapa komoditas yang berpotensi menjadi pemicu inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah memetakan komoditas yang sering mengalami kenaikan harga serta memastikan ketersediaannya tetap aman di pasaran.

“Untuk mengantisipasi Ramadan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah strategis, terutama untuk menjaga stabilitas harga komoditas yang sering naik, seperti daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit. Kami memastikan pasokan tetap aman agar masyarakat tidak mengalami kesulitan menjelang Idulfitri,” ujar Agnes usai konferensi pers di Ruang Vicon BPS Kalteng, Rabu 5 Februari 2025.

Menurut Agnes, kenaikan harga bahan pokok sangat dipengaruhi oleh pasokan dan distribusi. Jika permintaan meningkat tetapi pasokan dan distribusi berjalan lancar, maka harga dapat dikendalikan. Namun, jika terjadi kendala distribusi atau pasokan terbatas, maka harga akan cenderung naik.

“Biasanya komoditas yang mengalami kenaikan saat Ramadan itu daging ayam ras, beras, bawang merah, bawang putih, serta transportasi. Mudah-mudahan ada kebijakan dari pemerintah terkait diskon tiket pesawat seperti sebelumnya, yang bisa membantu menekan inflasi di sektor transportasi,” tambahnya.

BPS Kalteng mencatat bahwa tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) Januari 2025 sebesar 0,28 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,06.

Selain itu, inflasi month-to-month (m-to-m) Januari 2025 mengalami penurunan sebesar -0,54 persen, sementara inflasi year-to-date (y-to-d) Januari 2025 juga tercatat -0,54 persen.

Agnes mengungkapkan bahwa beberapa kebijakan pemerintah pusat telah membantu menekan inflasi di Kalteng. Salah satunya adalah subsidi listrik sebesar 50 persen, yang berdampak pada penurunan inflasi di sektor energi.

baca juga ...  Dinas PMD Kalteng Latih 74 BUMDes untuk Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal

“Kebijakan subsidi listrik dari pemerintah pusat telah memberikan dampak positif dalam mengendalikan inflasi. Selain itu, jika nantinya ada program diskon tiket pesawat, tentu ini akan sangat membantu, mengingat sektor transportasi juga berpengaruh terhadap pergerakan inflasi di Kalteng,” jelasnya.

Untuk memastikan inflasi tetap terkendali, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan melakukan berbagai langkah, seperti operasi pasar murah, pemantauan stok pangan, serta sidak ke distributor dan pedagang besar guna mencegah praktik penimbunan bahan pokok.

Pemerintah berharap, dengan berbagai kebijakan dan langkah strategis yang telah disiapkan, harga bahan pokok tetap stabil sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman tanpa terbebani lonjakan harga yang signifikan.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!