Fokus Cari Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, Tak Lagi Bergantung pada Tambang dan Sawit?

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi sektor kelapa sawit.

(Kalteng) mulai menjajaki sumber pertumbuhan ekonomi baru guna mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

Upaya ini dilakukan untuk menanggulangi fluktuasi pasar global dan kebijakan ekspor yang berisiko mengganggu kestabilan ekonomi daerah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, ekonomi provinsi ini tumbuh hanya 4,14 persen pada 2023, turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,45 persen.

Penurunan ini dipicu oleh sejumlah faktor, salah satunya kebijakan pembatasan ekspor komoditas pertambangan yang selama ini menjadi pilar utama ekonomi Kalteng. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengingatkan bahwa ketergantungan tinggi pada sektor ini dapat membahayakan stabilitas ekonomi daerah.

“Situasi global sangat mempengaruhi negara tujuan ekspor kita. Jika mereka mulai mengurangi penggunaan batu bara atau beralih ke energi terbarukan, maka permintaan ekspor akan berkurang. Ini tentu berdampak pada angka pertumbuhan ekonomi, apalagi jika kita hanya bertumpu pada sektor tersebut,” ujar Agnes kepada awak media usai konferensi pers di Ruang Vicon BPS Kalteng, Rabu 5 Februari 2025.

Agnes menambahkan bahwa sektor pertambangan memiliki keterbatasan karena sifatnya yang tidak terbarukan. Jika cadangan habis, maka sektor ini tidak lagi bisa dieksplorasi dan diproduksi.

Melihat kondisi ini, mulai mengembangkan sektor-sektor ekonomi alternatif yang lebih berkelanjutan, seperti industri manufaktur, pariwisata, serta pertanian berbasis teknologi.

Diversifikasi ekonomi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalteng dalam jangka panjang.

“Pemerintah daerah harus mulai mencari sumber-sumber pertumbuhan baru untuk menggantikan sektor pertambangan dan penggalian. Ini penting agar ekonomi Kalteng tetap stabil dan tidak bergantung pada sumber daya yang suatu saat akan habis,” tambahnya.

baca juga ...  Beras SPHP Bulog Kalteng Jalani Uji Laboratorium

Salah satu sektor yang mulai mendapat perhatian adalah pengembangan industri pengolahan hasil pertanian dan perikanan.

Dengan nilai tambah dari hilirisasi produk lokal, sektor ini berpotensi menyerap tenaga kerja lebih banyak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi fokus dengan pengembangan destinasi berbasis budaya dan ekowisata yang memanfaatkan kekayaan alam Kalteng.

Dengan upaya diversifikasi ekonomi ini, diharapkan Kalteng dapat memiliki struktur ekonomi yang lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh gejolak pasar global.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!