PALANGKA RAYA – Setelah tujuh hari pencarian, Tim SAR Gabungan menghentikan operasi pencarian terhadap Sunardi (35), warga Desa Sei Kayu yang hilang di hutan Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Hingga Rabu 5 Januari 2025, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Berbagai upaya telah dilakukan sesuai dengan rencana operasi SAR yang diperbarui setiap hari. Namun, hingga hari ketujuh, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan Sunardi.
Sunardi dilaporkan hilang sejak Selasa 28 Januari 2025, saat menjalankan tugas bersama sembilan rekannya dalam kegiatan penanaman di jalur petak 4, Desa Sei Ahas. Saat kegiatan berlangsung, Sunardi berpisah dari kelompoknya dan tidak kunjung kembali hingga akhirnya dinyatakan hilang.
Koordinator Lapangan Basarnas, Rizali, menjelaskan bahwa pencarian telah dilakukan secara maksimal. Namun, tim dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti luasnya area pencarian, terbatasnya akses, serta minimnya sumber daya di lapangan.
Tim Rescue Basarnas Palangka Raya melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan unsur SAR, pihak perusahaan dan keluarga perihal pelaksanaan Operasi SAR sampai dengan hari ketujuh.
Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya, AA. Alit Supartana, menyatakan bahwa meskipun pencarian telah dilakukan secara intensif, Sunardi belum ditemukan.
“Kami telah berupaya untuk melakukan pencarian korban hingga hari ketujuh namun belum dapat menemukan korban,” ujar Alit.
Setelah berkoordinasi dengan unsur SAR, pihak perusahaan dan keluarga korban, pihaknya mengambil keputusan bahwa Operasi SAR terhadap Sunardi, anggota tim rehabilitasi DAS PT BP yang hilang di hutan Desa Sei Ahas ditutup dan selanjutnya akan dilakukan pemantauan.
“Namun tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan kembali apabila ada tanda-tanda keberadaan korban,” tambahnya.
Kasubsi Sumber Daya Basarnas, Sarjito, yang menutup langsung operasi SAR, mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat.
“Terima kasih atas kerja keras teman-teman Tim SAR Gabungan selama tujuh hari ini, semoga apa yang kita kerjakan bernilai ibadah dan semoga tanda-tanda keberadaan korban ditemukan. Dengan ditutupnya Operasi SAR, unsur yang teribat kembali ke kesatuannya masing-masing,” ungkapnya.
Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Basarnas Palangka Raya, Polsek Mantangai, Koramil Mantangai, BPBD Kabupaten Kapuas, aparat Kecamatan Mantangai, pihak perusahaan, serta masyarakat setempat. Dengan ditutupnya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing.
(Syauqi)












