SAMPIT – Warga Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus berupaya mencari dua korban yang tenggelam di Sungai Mentaya.
Dengan peralatan seadanya, masyarakat setempat menyusuri aliran sungai dibantu oleh anggota Koramil dan Polsek Kuala Kuayan. Mereka menyisir lokasi terakhir korban terlihat, meski menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Dedi, salah satu anggota Koramil Kuala Kuayan, mengungkapkan bahwa pencarian sudah berlangsung sejak sore dan masih terus dilakukan hingga kini. Upaya ini menjadi bukti solidaritas warga dalam menghadapi musibah di daerah mereka.
“Pencarian para korban telah dilakukan sejak sore hari hingga saat ini,” ungkapnya, Rabu 12 Februari 2025.
Peristiwa tragis terjadi di Sungai Mentaya ketika dua kakak beradik, Rico dan Josua, terseret arus saat hendak berenang. Rico yang lebih dulu mencapai bagian tengah sungai mulai kesulitan melawan arus.
Melihat kakaknya dalam bahaya, Josua berusaha menyelamatkan meskipun kurang mahir berenang. Upaya heroiknya berakhir tragis ketika keduanya terbawa arus deras.
“Saat sedang melakukan penyelamatan terhadap adiknya, mereka berdua dengan kondisi sama-sama tidak bisa berenang terseret arus sungai yang cukup deras,” ungkap Dedi.
Diketahui bahwa sebelum keduanya terbawa arus sungai, sempat diselamatkan oleh seorang warga setempat dengan cara menarik tangannya, akan tetapi lepas karena kondisi korban yang sudah lemas ditambah dengan kakak beradik itu tidak bisa berenang.
Adapun tim gabungan dari BPBD Kotim saat ini sudah menuju ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap kedua korban yang hingga sekarang masih belum ditemukan.
(Sattar)












