SAMPIT – Insiden perkelahian kembali terjadi di kawasan Penerangan Jalan Umum (PJU) Nur Mentaya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Sabtu, 15 Februari 2025.
Keributan ini berlangsung sesaat sebelum aparat kepolisian sektor (Polsek) Baamang melakukan penertiban di area tersebut.
Menurut Sigit Juliansyah, seorang warga Sampit yang berada di lokasi, insiden bermula ketika seorang pengendara sepeda motor yang membonceng temannya menabrak kendaraan yang terparkir di pinggir jalan.
“Dua orang remaja berboncengan menabrak motor yang terparkir di pinggir jalan. Saya rasa dua orang itu berkendara dengan kondisi mabuk alkohol,” kata Sigit, Senin 17 Febuari 2025.
Akibat insiden tersebut, orang-orang yang tengah berkumpul di angkringan langsung berhamburan ke jalan untuk melihat motor yang tersenggol oleh dua remaja.
Melihat kondisi kendaraan yang tertabrak dan pengendara yang tampak terpengaruh alkohol, massa menjadi geram dan melakukan pemukulan terhadap kedua remaja itu.
“Anak-anak yang sedang nongkrong di angkringan keluar dan memukuli dua remaja itu,” ujar seorang saksi.
Tak lama setelah kejadian, salah satu kakak dari dua remaja tersebut tiba di lokasi, namun dirinya justru ikut menjadi sasaran amukan warga.
“Kakaknya datang sama pacarnya, dari yang saya lihat saat tiba dia berbicara dengan nada tinggi, mungkin itu yang membuatnya di pukul oleh massa,” katanya.
Belum sempat polisi tiba, perkelahian di kawasan Terowongan Nur Mentaya telah berhenti, dan satu orang yang terlibat berhasil diamankan oleh aparat. Sebelumnya, kawasan tersebut memang kerap menjadi lokasi perkelahian antar remaja, antar geng, hingga kejadian pemukulan yang menimpa seorang pedagang.
Salah satu insiden serius terjadi pada Minggu, 9 Februari 2025, saat seorang pemuda berinisial ML (20) dibacok oleh seorang pria yang tak dikenal, menggunakan sepeda motor Beat hitam. Pembacokan terjadi ketika korban, yang sedang menyaksikan aksi balap liar, melontarkan kata-kata yang tidak diterima oleh pelaku. Emosi pelaku memuncak, dan dia pun mengeluarkan senjata tajam yang mengakibatkan luka pada ML.
“Saat itu, saya sedang berkumpul dengan teman-teman, lalu ada orang yang datang dan mengajak kenalan. Saya spontan bertanya, ‘Siapa kamu?' dan dia malah marah,” kata ML, mengenang kejadian tersebut.
Pelaku yang menggunakan sepeda motor Beat langsung melarikan diri setelah kejadian. Keluarga korban telah melaporkan insiden ini ke Mapolres Kotim, dan pihak kepolisian tengah menyelidiki lebih lanjut terkait pelaku serta motif di balik tindakan kekerasan tersebut.
Kejadian ini menambah daftar panjang masalah di kawasan PJU Nur Mentaya, yang kini semakin meresahkan warga Sampit, baik pengunjung maupun penduduk setempat.
(Oktavianto)












