SAMPIT – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin menipis, yang berpotensi menghambat pelayanan rumah sakit bagi masyarakat.
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kotim, dr. Aldila Tiurmawati Lumban Gaol, mengungkapkan bahwa per 17 Februari 2025, persediaan darah berada dalam kondisi kritis. Stok yang tersedia hanya tersisa 3 kantong untuk golongan darah A, 3 kantong untuk golongan B, 2 kantong untuk golongan O, dan 2 kantong untuk golongan AB.
Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan darah dari RSUD dr. Murjani Sampit serta minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat serta instansi pemerintah untuk aktif mendonorkan darah demi memenuhi kebutuhan pasien yang membutuhkan transfusi.
“Kurangnya partisipasi masyarakat terhadap kegiatan sosial yang kami lakukan menjadi salah satu penyebab terjadinya hal ini” kata dr. Aldila Tiurmawati Lumban Gaol, Senin 17 Februari 2025.
Melihat kondisi seperti ini dirinya mengajak seluruh masyarakat dan instansi pemerintah yang ada di Kotim untuk melakukan donor darah ke PMI baik secara individu maupun berkelompok demi memenuhi kebutuhan stok darah di PMI Kotim.
“Saya berharap agar masyarakat dan instansi yang ada di Kota Sampit bisa berpartisipasi dalam melakukan donor supaya dapat membantu kami dalam menjaga ketersediaan stok darah,” ujarnya.
Hingga saat ini PMI Kotim sedang berusaha memenuhi kebutuhan darah untuk di distribusikan ke RSUD dr Murjani, dengan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan instansi pemerintah agar dapat melakukan pendonoran darah.
“Kami sedang giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pemerintah untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di PMI Kotim,” ungkapnya.
Sebelumnya, anggota Polres dan PWI Kotim telah melakukan donor darah. Namun, jumlah yang didapat masih belum mencukupi kebutuhan di RSUD dr. Murjani Sampit.
“Bahkan stok darah yang diambil dari kegiatan PWI dan Polres Kotim beberapa hari lalu tidak bisa memenuhi kebutuhan di RSUD dr Murjani Sampit,” pungkasnya.
(Sattar)












