SAMPIT – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Polres Kotim menggelar coffee morning di Brenzeel Sampit pada Senin, 17 Februari 2025.
Acara ini diadakan untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025 serta mempererat hubungan antara insan pers dan kepolisian.
Suasana pagi itu terasa akrab dan penuh kehangatan. Para wartawan dan jajaran kepolisian duduk bersama di meja-meja kayu, menikmati secangkir kopi hangat. Percakapan mengalir santai, sesekali diselingi canda tawa yang mencairkan suasana.
Momen ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi juga ajang mempererat hubungan dan membangun kebersamaan yang lebih erat antara insan pers dan kepolisian.
Suasana keakraban terlihat dalam kegiatan coffee morning yang diadakan oleh PWI bersama jajaran Polres Kotim. Acara ini semakin meriah dengan sesi karaoke bersama, di mana anggota PWI dan personel Polres Kotim saling berduet menyumbangkan suara emas mereka.
Tak hanya itu, sebelumnya pada Sabtu, 15 Februari 2025, kebersamaan ini juga diwujudkan melalui kegiatan sosial donor darah serta pertandingan persahabatan sepak bola antara PWI Kotim dan Polres Kotim.
Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah berharap rangkaian kegiatan ini dapat semakin memperkuat sinergi antara kedua institusi dan meningkatkan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik.
Ia juga menekankan pentingnya kepedulian sosial melalui kegiatan donor darah dan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Wartawan diharapkan dapat membuat berita yang faktual dan terpercaya karena informasi yang salah bisa berisiko dalam keamanan ketertiban masyarakat.
Saat ini anggota resmi PWI Kotim sekitar 50 orang, sementara calon anggota yang terdaftar sekitar anggota 20 orang, untuk menjadi anggota resmi PWI harus mengikuti uji kompetensi wartawan.
“Sehingga wartawan yang bekerja dilapangan betul-betul kompeten dalam menjalankan tugas mereka,” ujarnya.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Z, turut menyampaikan selamat HPN kepada PWI Kotim. Ia berharap kerja sama yang sudah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan, terutama dalam menjaga kondusivitas di wilayah Kotim.
“Ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, dengan sinergi yang kuat, kita bisa bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kotim,” ujarnya.
Diharapkan Insan Pers sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kontruksif edukatif, positif serta berimbang.
“Saya harap jika ada isu liar yang dapat menggangu Kamtibmas, para jurnalis dapat menyaring dan meluruskan berita tersebut ke masyarakat sehingga kondusifitas daerah bisa tetap terjaga,” ungkapnya.
(Nardi)












