Dewan Kalteng Reses Menerima Keluhan Pendamping Dari Infrastruktur hingga Konflik dengan Perusahaan

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kalteng Abdul Hafid saat melakukan reses mendengarkan aspirasi dari pendamping .

SAMPIT – Reses kembali dilaksanakan oleh Abdul Hafid, anggota DPRD (Kalteng), dalam kesempatan itu dia langsung mendengarkan aspirasi dari sejumlah pendamping di Kabupaten Timur pada Selasa, 25 Februari 2025.

Reses ini bertujuan untuk menyerap berbagai permasalahan yang dihadapi pendamping dalam mendukung pembangunan di masing-masing.

“Saya berdialog dengan pendamping untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang pemberdayaan masyarakat . Hasil reses yang saya peroleh ini nantinya akan saya sampaikan ke pemerintah,” ujar Hafid.

Sebagai anggota dewan dari PAN yang duduk di Komisi IV DPRD Kalteng, Hafid berkomitmen untuk menjembatani aspirasi pendamping kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan (DPMD) Kalteng.

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan antara DPRD dan pendamping agar setiap permasalahan yang muncul dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusinya.

Dalam reses ini, beberapa pendamping menyampaikan usulan dan kendala yang mereka hadapi seperti sulitnya akses transportasi karena tidak ada jalan darat di Pulau Hanaut, minimnya pembangunan di wilayah seberang sejak era Presiden Soeharto.

Ketidakstabilan harga hasil panen menyebabkan petani beralih ke kebun sawit dan perdagangan. Mereka mengusulan agar pemerintah fokus tidak hanya pada cetak sawah, tetapi juga peningkatan jumlah petani dan jaminan distribusi hasil panen.

Infrastruktur menunjang kegiatan pertanian buruk menjadi kendala utama di wilayah selatan, sulitnya distribusi hasil pertanian karena jalan yang tidak memadai.

Sehingga diharapkan agar Pemerintah Provinsi mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur pertanian.

Dari wilayah Utara Kotim, konflik sering terjadi antara masyarakat dan perusahaan besar swasta (PBS). Kesulitan dalam mediasi konflik karena keterbatasan wewenang pendamping karena solusi ada di manajemen perusahan di pusat. Diperlukan solusi agar masyarakat dan investor bisa berjalan berdampingan.

baca juga ...  Puluhan Pemuda Milenial di Kota Palangka Raya Belajar Jurnalistik

Selain itu juga adanya usulan tambahan bantuan operasional dengan penyesuaian kondisi geografis, seperti wilayah terpencil tentunya memerlukan biaya yang lebih tinggi.

Hafid menanggapi berbagai aspirasi tersebut bahwa pendamping memiliki peran penting dalam pembangunan , namun masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

“Saya akan menuangkan pokok-pokok pikiran ke dalam laporan hasil reses yang akan disampaikan pada Rapat Paripurna dan diteruskan ke pemerintah melalui DPMD Kalteng, semoga ini bisa menjadi perhatian demi memajukan di Kotim,” ungkap legislator jebolan partai matahari putih itu.(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!