SAMPIT – Menjelang bulan suci Ramadhan, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kotawaringin Timur (Kotim) menghadapi krisis persediaan darah. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan, terutama untuk golongan darah AB yang stoknya semakin menipis.
Humas UTD PMI Kotim, Siswantoko, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada peningkatan signifikan dalam jumlah stok darah. Sementara itu, permintaan darah dari RSUD dr. Murjani Sampit terus meningkat, membuat kebutuhan kantong darah semakin mendesak.
“Demi rasa kemanusiaan mari kita sama-sama melakukan donor darah ke PMI Kotim, agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan kita,” ajaknya.
Ketersediaan beberapa golongan darah kini mengalami krisis akibat tingginya permintaan, sementara minat masyarakat untuk mendonorkan darah masih rendah.
“Saat ini yang cukup mengalami krisis cukup serius ada pada golongan darah AB,” ungkapnya.
Saat ini UTD PMI Kotim mencatat stok darah sebanyak 268 kantong per 27 Februari. Jumlah ini terdiri dari golongan darah A sebanyak 90 kantong, B sebanyak 68 kantong, O sebanyak 94 kantong, dan AB sebanyak 14 kantong.
Untuk mengatasi hal ini PMI Kotim tengah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pemerintah yang ada di wilayah Kotim agar bisa melakukan donor darah.
“Kami tengah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pemerintah agar dapat melakukan membantu PMI Kotim untuk mengatasi krisis ini,” bebernya.
(Sattar)












