Harga Turun, BPS Kalteng Catat Deflasi di Empat Kabupaten/Kota

IST/BERITASAMPIT - Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, pimpin konferensi pers terkait Berita Resmi Statistik, bertempat di Ruang Rapat Vicon BPS Kalteng, Senin 3 Maret 2025.

– Kabar baik bagi masyarakat ! Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan harga atau deflasi di empat kabupaten/kota pada Februari 2025.

Deflasi tertinggi terjadi di Sampit dengan 0,63 persen, disusul 0,58 persen, 0,36 persen, dan 0,01 persen. Menurut Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, penurunan harga ini dipicu oleh turunnya tarif listrik, harga bawang merah, dan daging ayam ras.

“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi di seluruh kabupaten/kota adalah tarif listrik, bawang merah, dan daging ayam ras,” ujar Agnes.

Ia menambahkan bahwa tren penurunan harga ini menunjukkan stabilitas ekonomi di beberapa wilayah Kalteng.

Deflasi di beberapa daerah ini juga dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti masih berlakunya diskon tarif listrik di bulan Februari dan kembalinya harga daging ayam ras ke kondisi normal setelah sebelumnya mengalami lonjakan akibat meningkatnya permintaan selama perayaan keagamaan.

Namun, beberapa komoditas tetap mengalami kenaikan harga, seperti emas perhiasan, kangkung, sigaret kretek mesin (SKM), beras, dan bensin, meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan.

Faktor cuaca dan pasokan menjadi salah satu penyebab fluktuasi harga di berbagai sektor.

Ke depan, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan stabilitas harga, terutama dalam Ramadan, agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga yang terlalu tinggi.

Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan pengawasan dan memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar.

(Sya'ban)

baca juga ...  Pemprov Kalteng Tegas! Tolak Penundaan Pengangkatan CASN dan PPPK Hingga 2025
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!