PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) semakin gencar merealisasikan program unggulan Gubernur, Betang Makmur. Program ini menjadi angin segar bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan, dengan berbagai dukungan konkret yang siap mengubah nasib mereka!
Kepala Dislutkan Kalteng, H. Darliansjah, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui bantuan asuransi, perahu, hingga alat tangkap modern.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan program Betang Makmur dengan berbagai kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan nelayan dan pembudidaya ikan,”ujarnya di Palangka Raya, Jumat 7 Maret 2025.
Menurutnya, peran sektor kelautan dan perikanan dalam pembangunan daerah sangat besar.
Selain menyediakan sumber pangan, sektor ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan produksi perikanan secara berkelanjutan.
Data menunjukkan bahwa produksi perikanan Kalteng pada tahun 2023 mencapai 299.622,46 ton, dan meningkat menjadi 301.966,56 ton pada tahun 2024. Kenaikan ini tidak lepas dari berbagai program yang telah dijalankan pemerintah daerah.
“Dinas Kelautan dan Perikanan siap melaksanakan visi, misi, dan program prioritas Gubernur Kalimantan Tengah selama lima tahun ke depan. Kami akan memastikan sektor perikanan menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah,” tambah Darliansjah.
Selain fokus pada produksi, pemerintah juga berupaya meningkatkan daya saing produk perikanan Kalteng di tingkat nasional dan internasional.
Salah satu strategi yang akan diperkuat adalah pengembangan industri pengolahan hasil perikanan serta peningkatan akses pasar bagi produk perikanan lokal.
Melalui implementasi Betang Makmur, pemerintah berharap sektor kelautan dan perikanan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kalteng secara luas.
(Sya'ban)












