PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meninjau langsung RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya pada Rabu, 12 Maret 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyoroti pelayanan BPJS bagi pasien di rumah sakit. Ia memastikan bahwa masyarakat yang memiliki BPJS dapat terlayani dengan baik, termasuk bagi mereka yang belum terdaftar namun memiliki KTP Kalteng.
“Kami ingin memastikan pelayanan di bawah pemerintah provinsi berjalan prima. Contohnya tadi seperti BPJS, kita tadi sidak menanyakan (pasien) bahwa mereka punya BPJS, ada yang tidak punya BPJS tapi punya KTP Kalteng, kami juga memastikan itu,” ujarnya.
Selain meninjau pelayanan rumah sakit, Gubernur meninjau fasilitas kesehatan yang menjadi permintaan Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR) yang membahas pengembangan pendidikan kedokteran di Universitas Palangka Raya (UPR).
Agustiar menyebut bahwa kesehatan dan pendidikan merupakan program prioritas dirinya bersama wakil gubernur Edy Pratowo dalam lima tahun ke depan.
“Kesehatan dan pendidikan adalah program prioritas kami. Kemarin, kami juga berdiskusi dengan UPR mengenai peminjaman gedung lantai lima RSUD Doris Sylvanus untuk mendukung Fakultas Kedokteran. Kami ingin memastikan apa saja yang perlu dipersiapkan, karena ini sangat penting bagi masyarakat Kalteng,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng juga akan mendukung pendanaan untuk pengembangan Fakultas Kedokteran UPR. Agustiar menyebut bahwa anggaran sebesar Rp3,5 miliar telah diajukan untuk keperluan tersebut.
“Jadi itu salah satunya (gedung lantai 5) jadi dari Rp 3,5 miliar itu kurang lebih satu untuk administrasi yang lain untuk mereka praktek. Tahun ini akan di anggarkan pada APBD perubahan,” tambahnya.
Gubernur menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendekatan jemput bola dalam mendukung sektor kesehatan dan pendidikan di Kalteng.
“Karena sifatnya program prioritas, kami sifatnya jemput bola, pendidikan kesehatan,” pungkasnya.
(Syauqi)












