PANGKALAN BUN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar Sosialisasi Program Desa Iklim (Proklim) di Des7a Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, pada Senin 17 Maret 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan berbagai organisasi masyarakat desa, seperti BPD, PKK, MPA, KWT, dan Kelompok Tani, Karang Taruna, serta para Jumantik.
Proklim merupakan program nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No. P.84/Menlhk-Setjen/Kum.1/11/2016. Program ini bertujuan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam memperkuat kapasitas beradaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, Proklim juga memberikan apresiasi atas upaya adaptasi dan mitigasi yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Pejabat Fungsional Pendidikan Lingkungan Hidup DLH Kobar, Raudhatul Aslamiyah selaku narasumber memaparkan dalam penentuan lokasi Proklim ada empat kategori yakni Primer, Madya, Primer, dan Berkelanjutan.
Saat ini Desa Pandu Sanjaya masih masuk kategori Primer berdasarkan pendaftaran melalui aplikasi SRN tahun 2024.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap Desa Pandu Sanjaya dapat meningkatkan aksi-aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, terutama melalui penguatan peran serta kelembagaan, sehingga dapat naik ke kategori Madya bahkan Mayor pada pendaftaran Dies Natalis tahun 2026,” terang Raudhatul.
Meskipun kegiatan dilaksanakan di bulan Ramadan, para peserta tetap bersemangat dan aktif menyusun strategi untuk meningkatkan jangkauan Proklim di desa mereka.
Kepala DLH Kobar melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, Endro Budi Utomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Adaptasi dan mitigasi yang efektif tidak hanya mengurangi risiko bencana, tetapi juga menjaga ketersediaan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Kobar menghadapi tantangan lingkungan yang semakin meningkat, sehingga diperlukan kerja sama semua pihak agar dampak perubahan iklim dapat ditekan demi lingkungan yang berkelanjutan,” kata Endro.
Seraya menambahkan, melalui langkah konkrit dan peran serta aktif seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Kotawaringin Barat diharapkan mampu menjadi wilayah yang tangguh dalam menghadapi perubahan iklim. Upaya ini tidak hanya melindungi sumber daya alam dan mengurangi risiko bencana, tetapi juga menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. (man)












