SAMPIT – Warga Dusun Rongkang, Kelurahan Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), geram. Mereka kompak memblokir akses jalan menuju perkebunan kelapa sawit milik PT Globalindo Alam Perkasa (PT GAP).
Aksi nekat ini dipicu oleh janji penyaluran listrik yang tak kunjung dipenuhi oleh pihak perusahaan. Sudah sekian lama warga menanti aliran listrik untuk dusun mereka, namun realisasinya terus diabaikan. Sebagai bentuk protes, warga akhirnya memilih menutup jalur utama yang biasa dilalui kendaraan operasional PT GAP.
“Aksi penutupan jalan yang kami lakukan, untuk menuntut janji perusahaan PT GAP untuk memasang saluran listrik PLN ke dusun Rongkang,” kata Amah, warga dusun Rongkang, Senin 17 Maret 2025.
Amah juga menyebut, jika penutupan akses jalan perusahaan telah berlangsung selama seminggu lebih, sejak Kamis 6 Maret 2025 yang lalu.
“Sudah hampir 2 minggu, kami lakukan penutupan jalan. Namun, belum ada kejelasan juga dari pihak perusahaan,” katanya.
Janji yang diberikan oleh pihak perusahaan sebelumnya telah di sepakati bersama dengan perusahaan PT Agro Bukit.
“Sebelumnya, kami ada mediasi dengan PT GAP dan Agro Bukit, dan kedua perusahaan menyetujui penyaluran itu dengan pihak PT GAP yang menjadi penyalurnya,” ujarnya.
Namun, hingga sekarang penyaluran listrik PLN belum ada penyelesaian sama sekali dari pihak perusahaan maupun dari pemerintah daerah.
“Tidak terealisasi sampai sekarang dan pihak PT GAP malah ingin memberikan kami mesin genset besar dan itu juga mesin yang sudah tua. Meski baru pun kami tetap menolaknya, karena yang kami inginkan penerangan jangka panjang,” katanya.
Dirinya mengungkapkan kalau, pada Kamis 20 Maret 2025 nanti akan diadakan mediasi bersama pihak Pemda Kotim yang akan mencari solusi penyelesaian masalah itu.
“Kamis nanti akan dilakukan mediasi bersama Pemda. Saya harap pada mediasi itu ada penyelesaian dan listrik segera terpasang di daerah kami,” bebernya.
(Oktavianto)












