KUALA KAPUAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas semakin mengintensifkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), puluhan desa yang dianggap rawan bencana ditetapkan sebagai prioritas pembinaan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi ancaman banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta bencana lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kapuas, Muhammad Ahmad Saribi, menyatakan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) di desa–desa rawan sangat diperlukan. Hal ini ia sampaikan saat mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Kapuas dalam penyaluran bantuan logistik bagi korban banjir di empat kecamatan pada Selasa 18 Maret 2025.
“Melalui program Destana dan Kencana, BPBD akan melakukan pelatihan SDM di desa–desa agar mereka lebih siap menghadapi bencana. Kami ingin masyarakat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” ujar Saribi.
BPBD Kapuas telah memetakan 214 desa di wilayahnya dan mengidentifikasi sekitar 40 hingga 50 desa yang masuk dalam kategori prioritas tinggi atau “ring satu.” Desa–desa ini dipilih berdasarkan tingkat kerawanan terhadap banjir maupun karhutla, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam mitigasi dan penanganan bencana.
Menurut Saribi, pemetaan ini bertujuan untuk memastikan setiap desa memiliki kesiapan yang optimal dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan pelatihan yang diberikan, masyarakat diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat sebelum bantuan dari pemerintah tiba.
Implementasi program Destana dan Kencana diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai ujung tombak dalam upaya mitigasi bencana. Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, dampak bencana dapat diminimalisir, dan setiap desa menjadi lebih mandiri dalam merespons situasi darurat. (ds)












