KUALA KAPUAS – Banjir di Kabupaten Kapuas terus meluas. Setelah merendam wilayah Kapuas Hulu, kini air juga menggenangi lima desa di Kecamatan Kapuas Tengah. Hingga Selasa 18 Maret kemarin, debit air terus meningkat dan memasuki rumah warga.
Kepala Desa Bajuh, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa banjir di Kecamatan Kapuas Tengah sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas mulai naik sejak Jumat lalu dan terus bertambah hingga menenggelamkan permukiman.
“Khusus di Desa Pujon dan Merapit, banjir terjadi sejak Jumat, dan hingga Senin air sudah mencapai sedada orang dewasa,” ujar Rudi Hartono, Rabu 19 Maret 2025.
Selain Pujon dan Merapit, tiga desa lainnya juga terdampak banjir. Warga mulai mengalami kesulitan dalam beraktivitas karena air telah memasuki rumah mereka. Beberapa di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari genangan yang semakin dalam.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Ahmad M. Saribi, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan membantu evakuasi warga terdampak. “Kami terus memantau kondisi banjir dan sudah menyiapkan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan,” ungkapnya.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan langkah penanganan yang tepat. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan mulai disiapkan untuk didistribusikan ke warga yang terdampak.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas segera turun tangan untuk membantu para korban, baik dalam bentuk bantuan logistik maupun langkah-langkah penanganan lebih lanjut. Warga juga meminta adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana banjir yang kerap terjadi setiap tahun.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan banjir akan surut, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih cukup tinggi. Warga pun diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir yang semakin meluas dan siap untuk mengungsi jika kondisi memburuk. (ds)












