PULANG PISAU – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan dua desa di Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, terdampak banjir. Desa Tumbang Nusa dan Desa Tanjung Taruna yang berada di bantaran Sungai Kahayan mulai tergenang akibat meluapnya debit air sungai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau, Osa Maliki, mengatakan bahwa air mulai menggenangi rumah warga di kedua desa tersebut. “Jalan poros menuju Desa Tumbang Nusa terendam sepanjang 600 meter dengan ketinggian air 60 cm, sementara jalan di dalam perkampungan tergenang sepanjang 300 meter dengan ketinggian 30 cm,” ungkapnya, Rabu 19 Maret 2025
Beberapa fasilitas umum juga terdampak, seperti SDN 1 Tanjung Pusaka dan SMP Satu Atap Tanjung Taruna. Namun, jalan lintas Trans Kalimantan di wilayah Tumbang Nusa dan Tanjung Taruna masih bisa dilalui. Hingga saat ini, belum ada warga yang mengungsi, meski kondisi banjir berpotensi memburuk jika hujan terus turun.
Menurut Osa, jumlah warga terdampak mencapai 810 jiwa dari 236 kepala keluarga, dengan 41 rumah terendam banjir dan 31 rumah lainnya tergenang di bagian depan saja. Selain itu, fasilitas ibadah, sekolah, dan puskesmas pembantu (Pustu) juga ikut terkena dampak, menyebabkan aktivitas pendidikan sementara dihentikan.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir agar meningkatkan kewaspadaan dan bersiap mengungsi jika debit air terus meningkat. Masyarakat juga diminta mengamankan barang berharga, menjaga kesehatan, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Osa menegaskan bahwa jika intensitas hujan di hulu DAS Kahayan terus meningkat, maka banjir di wilayah Kecamatan Jabiren Raya juga akan semakin parah. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan segera melapor ke pihak terkait jika membutuhkan bantuan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan banjir dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna mencegah dampak yang lebih luas. (ds)












