Evaluasi 2024, Kesbangpol Kalteng Bahas Logistik dan Anggaran

IST/BERITASAMPIT - Kepala Bidang Dalam Negeri Mulyo Suharto saat mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Logistik dan Perencanaan Anggaran Tahun 2024.

SAMPIT -Kepala Bidang Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan (Kesbangpol) Provinsi , Mulyo Suharto, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Logistik dan Perencanaan Anggaran Tahun 2024 yang berlangsung di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Jalan Jenderal Sudirman Km 2,5, Sampit, Senin 18 Maret 2025.

Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Serentak yang telah berlangsung pada 27 November 2024, serta meninjau kesiapan anggaran guna pembelajaran bagi penyelenggaraan di masa mendatang.

Dalam pemaparannya, Mulyo Suharto menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan pendanaan berjalan optimal. Selain itu pendanaan telah diatur dalam Permendagri No. 54 Tahun 2019, yang menyatakan bahwa biaya pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Oleh karena itu, percepatan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) menjadi faktor utama dalam kelancaran anggaran ,” ucapnya.

Adapun tahapan pencairan dana hibah yang harus dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, minimal 40% dari nilai NPHD dicairkan paling lambat 14 hari kerja setelah penandatanganan NPHD.

“Tahap kedua, minimal 50% harus dicairkan empat bulan sebelum pemungutan suara, sementara tahap ketiga sebesar 10% dicairkan satu bulan sebelum hari pemungutan suara,” jelasnya.

“Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam . Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2016 dan Permendagri No. 1 Tahun 2018, petahana dilarang mengganti pejabat tanpa persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri,” tambahnya

Selain itu ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan mencegah penyalahgunaan kewenangan selama tahapan berlangsung.

“Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih, pemerintah daerah juga didorong untuk mengalokasikan anggaran guna sosialisasi tahapan . Keberhasilan tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada meningkatnya kesadaran pemilih dan terjaganya stabilitas di daerah,” lanjutnya.

baca juga ...  Kekayaan Alam Kalteng Tak Selalu Berkah, Bisa Jadi Bencana

Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Bawaslu, TNI, dan Polri, juga menjadi sorotan dalam pemaparannya. Pemetaan potensi konflik dan mitigasi permasalahan sejak dini sangat penting untuk memastikan berjalan dengan aman dan tertib. Dengan deteksi dini, diharapkan segala bentuk gangguan yang dapat menghambat jalannya dapat dicegah sejak awal.

“Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas di masa depan. Dengan perencanaan yang lebih baik dan koordinasi yang solid, diharapkan hasil evaluasi ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggaraan yang lebih profesional dan transparan di ,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi , Katma F. Dirun, di tempat terpisah, menegaskan bahwa Badan Kesbangpol Prov. Kalteng memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan maupun Pemilu di masa mendatang.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan seluruh tahapan Pemilu berjalan dengan baik, sesuai regulasi, dan menjunjung tinggi prinsip demokrasi,” tegasnya.

Kesbangpol berperan dalam mengawal pelaksanaan regulasi pemilu, memastikan netralitas ASN, serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat.

“Dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas aspek teknis, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya demokrasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.(yud)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!