KUALA KAPUAS – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, pada Rabu 19 Maret 2035. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kapuas.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan program cetak sawah yang tengah berlangsung di wilayah tersebut. Dari total 75.000 hektare lahan yang direncanakan, sebanyak 63.000 hektare sudah dalam tahap kontrak dan siap dikembangkan lebih lanjut.
“Hasil peninjauan hari ini cukup positif, dan kami menerima laporan bahwa dari total lahan yang direncanakan, sudah 63.000 hektare yang dikontrak. Insya Allah proyek ini bisa selesai tepat waktu,” ujar Amran usai melakukan peninjauan.
Mentan menegaskan bahwa program cetak sawah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi potensi krisis pangan. Dengan adanya tambahan lahan pertanian, diharapkan produksi beras nasional semakin meningkat dan mampu menjaga stabilitas stok pangan di dalam negeri.
“Alhamdulillah, harga beras di Indonesia masih stabil. Ini merupakan hasil dari konsep Food Estate yang telah dijalankan. Bahkan, berdasarkan data BPS, produksi beras dalam tujuh tahun terakhir mencapai angka tertinggi,” tambahnya.
Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, menyambut baik program cetak sawah ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilannya. “Kami dari Pemkab Kapuas siap mendukung penuh program cetak sawah ini agar stok beras tetap terjaga dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Wiyatno.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan keberlanjutan program tersebut. “Kami berharap pemerintah pusat juga memberikan pendampingan teknis kepada petani agar hasil panennya optimal,” pungkasnya.
Program cetak sawah di Kabupaten Kapuas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut. (ds)












