JAKARTA– Anggota DPR RI Alimudin Kolatlena mengatakan peran tokoh adat memang sangat penting dalam menghentikan konflik lokal di Provinsi Maluku.
Kolatlena menyampaikan hal ini menanggapi positif Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang meminta tokoh adat berperan aktif dalam menghentikan konflik antar warga, seperti yang terjadi di Seram Utara dan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah.
Menurut Kolatlena, masyarakat Maluku masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal. Maka, tokoh adat sangat berkontribusi secara aktif dalam meredakan atau menyelesaikan konflik yang terjadi saat ini.
“Ketika pendekatan formal pemerintah atau aparat keamanan tidak sepenuhnya efektif. Maka peran aktif tokoh adat sangat penting sebagai jembatan penyelesaian konflik itu sendiri,” tutur Alimudin Kolatlena ketika dihubungi Wartawan, Kamis 4 April 2025.
Berdasarkan informasi yang tersedia hingga April 2025, salah satu konflik lokal terbaru terjadi di Kabupaten Maluku Tengah. Pada 3 April 2025, bentrokan antarwarga meletus antara kelompok dari Desa Sawai dan Dusun Rumaholat, Kecamatan Seram Utara.
Untuk itu, legislator Gerindra Dapil Maluku ini mendorong para tokoh adat setempat dapat bertindak sebagai mediator netral agar menjembatani pihak yang bertikai tersebut.
“Saya kira mereka (tokoh adat) ini jadi penutur damai yang dapat membantu kedua belah pihak mencapai kesepakatan tanpa memperpanjang potensi kekerasan,” imbuh Alimudin.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini menyebut tokoh adat telah terbukti sebagai pilar penting dalam mendamaikan konflik selama ini.
“Oleh karena kolaborasi antara tokoh adat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan,” pungkas Alimudin Kolatlena.
Diketahui, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk lebih berperan aktif menghentikan konflik antar warga, seperti yang terjadi di Seram Utara dan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Hendrik menghimbau warga yang bertikai untuk menahan diri dan tidak terhasut atau terprovokasi oleh siapapun dan dari pihak manapun yang bertujuan untuk memperkeruh situasi kamtibmas di daerah.
Gubernur Maluku menegaskan peran aktif tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda dapar menjaga situasi kamtibmas, serta TNI dan Polri segera memulihkan situasi kamtibmas sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Saya akan senantiasa melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah agar segera menangani dengan baik dan cepat,” pungkas Hendrik Lewerissa.
(Adista)












