Aksi Mahasiswa di Sampit Gagal Digelar, Diduga Hanya Gertakan Kosong

SATTAR/BERITA SAMPIT - Surat pernyataan aksi oleh Aliansi Pemuda Sampit yang ditandatangani Mbarep Ageng Nur Elyanto selaku korlap.

SAMPIT – Rencana aksi unjuk rasa yang digagas oleh sekelompok mahasiswa dari Aliansi Pemuda Sampit di depan kantor PT Pertamina TBBM cabang Sampit pada Senin, 7 April 2025, batal terlaksana tanpa alasan yang jelas.

Aksi tersebut sebelumnya dikabarkan bertujuan untuk menyuarakan keresahan terkait distribusi BBM subsidi, non-subsidi, dan elpiji 3 kg. Mereka juga mendesak PT Pertamina TBBM Sampit agar lebih serius dalam melakukan pengawasan distribusi agar tepat sasaran.

Namun kenyataannya, hingga waktu yang dijadwalkan, tak ada satu pun peserta aksi yang muncul di lokasi. Ketidakhadiran mereka pun menimbulkan pertanyaan dari publik, mengingat informasi soal rencana aksi sudah lebih dulu tersebar luas.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Koordinator Aksi, Mbarep Ageng Nur Elyanto, tampak kebingungan. Ia bahkan mengaku terkejut saat mengetahui bahwa rencana aksi tersebut sudah tersebar di media massa.

“Untuk pembatalan aksi ini kami masih belum bisa publish di media,” singkatnya.

Diketahui sebelumnya mereka sudah melayangkan surat kepada aparat kepolisian agar dapat memberikan ijin aksi juga pengawalan selama kegiatan berlangsung.

Bahkan dalam surat pernyataan yang dikeluarkan oleh Aliansi Pemuda Sampit aksi tersebut merujuk pada UU nomor 9 tahun 1998, tentang kebebasan berekspresi dan penyampaian pendapat didepan umum.

Sedangkan untuk pihak PT. Pertamina Sampit sendiri yang diwakili oleh Lettu Atmaja mengungkapkan bahwa sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan anggota aksi.

“Kemarin saya sudah memberikan pemahaman dan aturan maupun batasan pengawasan kami terhadap penyaluran BBM dan mereka menerimanya sehingga persoalan ini sudah selesai,” jelasnya.

Dirinya juga menganggap aksi yang hendak dilakukan itu akibat kurangnya pengetahuan dan informasi terkait dengan wewenang PT. Pertamina Sampit.

“Saya menganggap seruan aksi itu hanyalah sebuah kesalahpahaman dan minimnya pengetahuan tentang wewenang kami saja,” pungkasnya.

baca juga ...  Diduga Kabur Saat Tes Urine, Seorang Kades di Kotim Tinggalkan Barang dan Bikin Heboh DPRD

(Sattar)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!