PALANGKA RAYA – Aktivitas perdagangan di Pasar Besar Palangka Raya mulai kembali normal pasca Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Pantauan Berita Sampit pada Senin, 7 April 2025, sejumlah pedagang telah membuka lapak dan melayani pembeli, meskipun harga beberapa komoditas masih berfluktuasi.
Wanda (40), salah satu pedagang sayur, mengaku sudah kembali berjualan sejak hari kedua Lebaran, yakni Rabu 2 April 2025.
Ia menyebut harga cabai rawit mengalami kenaikan dibanding hari sebelumnya.
“Waktu mulai jualan, harga cabai rawit masih Rp100 ribu per kilogram. Hari ini naik jadi Rp110 ribu,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Menurutnya, harga cabai sempat melambung tinggi menjelang Lebaran, mencapai Rp135 ribu per kilogram.
Ia menduga lonjakan harga disebabkan oleh kelangkaan barang dan tingginya permintaan masyarakat.
Sementara itu, harga daging ayam ras justru mengalami penurunan.
Kiyah (40), pedagang ayam di pasar tersebut, mengatakan harga saat ini berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram, turun dibandingkan sebelum Lebaran yang sempat menyentuh Rp46 ribu.
“Harga normalnya biasanya Rp35 ribu, jadi ini belum terlalu stabil. Tapi dibanding kemarin, sudah jauh turun,” katanya.
Ia menjelaskan, naik turunnya harga ayam dipengaruhi oleh biaya produksi yang masih tinggi, termasuk harga pakan ternak.
Dari pantauan di lapangan, aktivitas pasar sudah cukup ramai. Pedagang sembako, sayur mayur, pakaian hingga kebutuhan rumah tangga mulai beroperasi seperti biasa.
Salah satu pembeli, Iyah (41), berharap harga kebutuhan pokok segera stabil agar masyarakat tidak terbebani.
“Semoga harga-harga bisa cepat turun lagi. Mau belanja juga jadi tenang,” harapnya.
Kondisi ini menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat setelah libur panjang Lebaran.
Pemerintah daerah diharapkan terus memantau kestabilan harga dan ketersediaan barang pokok di pasar tradisional.
(Sya'ban)












